Kali Lodan Akan Dinormalisasi, Penguasa Lahan Siap-siap Dapat SP

Kali Lodan Ancol terhalang bangunan liar. (dok/ist)

PADEMANGAN – Pemerintah DKI Jakarta rencanya akan melakukan normalisasi Kali di Jl. Lodan Raya, Kampung Walang dilingkungan RW 02 Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Namun rencana tersebut sepertinya akan mendapat hambatan. Pasalnya, dari 329 KK yang berada dilokasi tersebut belum sepenuhnya menerima relokasi yang ditawarkan pemda di rumah susun Marunda.

“Kami melaksanakan apa yang sudah menjadi program pemda DKI Jakarta. Kami juga sudah melakukan sosialisasi maupun pertemuan dengan tokoh masyarakat Ancol dan warga penghuni lahan. Program ini harus tetap berjalan guna meningkatkan penyerapan APBD DKI Jakarta,” kata Mumu Mujtahid, Camat Pademangan, Jakarta Utara, Jumat, 21/7/2017.

Ia menyatakan terdapat 329 KK/Bangunan dan sebagian warga yang menghuni daratan kali Lodan sudah siap untuk direlokasi ke rusun Marunda. Dan penghuni lainnya yang masih bertahan pihaknya akan memberikan surat peringatan (SP) pertama, kedua, dan ketiga.

“Secepatnya kami akan berikan surat peringatan,” tandas Mumu.

Sementara itu, tokoh masyarakat Ancol, Sukirno, menyatakan dirinya bersama dengan tokoh masyarakat Ancol lainnya mendukung program normalisasi Kali Lodan. Menurutnya, program tersebut akan mengantisipasi banjir rob dan mampu mengurai kepadatan lalu lintas jalan Lodan Raya.

“Daratan yang dikenal kampung walang, dihuni 300an warga, posisinya berada tidak jauh dari kolong tol Wiyoto Wiyono. Warga memanfaatkan lahan tersebut sudah cukup lama, ada untuk rumah tinggal dan kegiatan usaha pangkalan pasir maupun usaha lainnya,” Sukirno, Sabtu, 22/7/2017.

Ia membenarkan bahwa pihak pemda setempat telah menawarkan relokasi kepada penghuni lahan untuk pindah ke rusun Marunda. Yang sudah menerima kunci rusun, kata dia, sekitar 70an orang. Sedangkan yang lainnya terus diupayakan semaksimal mungkin dapat menerima rusun.

“Kami bersama tokoh masyarakat, pemerintah Kelurahan dan Kecamatan Pademangan terus mensosialisasikan program tersebut, pertemuan pun sudah digelar beberapa kali. Memang ada sejumlah warga yang sepertinya akan bertahan, yang saya tahu alasan mereka bila pindah jauh dari tempat usaha. Mereka juga menginginkan rusunami, biaya transportasi pindahan dan biaya hidup selama menempati rusun untuk adaptasi tempat barunya,” jelas Ketua LMK Ancol itu.

“Keinginan warga kita akomodir, sesuai dengan peraturan berlaku. Kebijakan tentunya ada para Pemda DKI, kami hanya melihat sisi program normalisasi tersebut berdampak positif bagi masyarakat Ancol karena kami yakini dapat mencegah banjir,” pungkasnya.

Daratan Jalan Lodan Raya, yang akan di sodet (Normalisasi) oleh Dinas PU DKI Jakarta dengan lebar lebih kurang 29 meter, panjang sekitar 350 meter. Kali tersebut nantinya akan membuka arus menuju kali anak ciliwung, kali opak dan waduk pluit.

H. Amin Daeng Paranggi tokoh masyarakat RW 02 Ancol mengaku mengetaui persis asal usul daratan yang kini banyak dimanfaatkan warga untuk hunian. Namun, ia berharap warga penghuni lahan kali tidak memaksakan diri untuk bertahan maupun memprovokasi warga yang sudah bersedia di relokasi.

“Ini untuk kebaikan kita semua, dan pemerintah pun bersedia untuk merelokasi ke rumah susun marunda. Kami dapat bayangkan bila daratan itu di normalisasi akan mampu mengatasi banjir. Selain itu, dapat membuka jalur jalan baru sehingga dapat meminimalisir kepadatan lalu lintas, maupun kecelakaan lalulintas yang kerap terjadi di sekitar itu,” kata Amin, mantan Ketua RW 02 Ancol itu. (jut/r)

Leave a Reply