30 Persen Saham PT IKT Ditawarkan

30 Persen Saham PT IKT DitawarkanPELABUHAN (TANJUNG PRIOK) – PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) menawarkan sebanyak 561.101.600 lembar saham, atau sebesar 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

“Sesuai rencana, penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 24 Mei 2018 hingga 22 Juni 2018. Penetapan harga IPO diharapkan pada 25 Juni 2018, sedangkan pencatatan perdana saham (listing) di bursa efek Indonesia (BEI) dijadwalkan 10 Juli 2018, didampingi kedua Direktur IKT, Sugeng Mulyadi dan Arif Hismawan.Hasil dari IPO ini akan dialokasikan 50 persen untuk pengembangan dan 50 persen lagi sebagai modal kerja,” kata Dirut PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), Chiefy Adi K, di Hotel Mulia, Jakarta Senen, 28/5/2018.

Untuk melantai di bursa, IKT menunjuk dua penjamin pelaksana emisi efek (joint lead underwriters/JLU), yakni PT Bahana Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Sedangkan RHB bertindak sebagai agen penjual internasional (International selling Ageng). IKT memiliki beberapa keunggulan, antara lain menjadi satu-satunya perusahaan yang mengelola terminal komersial yang memberikan jasa pelayanan terminal kendaraan di negara terpadat ke-4 di dunia, memiliki 100 persen captive market, dan margin bisnis tinggi.

“Kami mempunyai pasar yang berkembang pesat, basis klien yang solid, penguasaan lahan yang terjamin dan ekspansi yang terencana dengan baik, serta tim manajemen yang sangat berpengalaman. Bahwa Indonesia adalah negara dengan penjualan mobil terbesar ke-17 di dunia dan nomor 1 di Asean,” ujarnya.

Secara produksi, Indonesia terbesar ke-18 di dunia dan nomor dua di Asean. Adapun pertumbuhan produksi mobil di Indonesia secara tahunan mencapai 11,4 persen selama 2007-2017, namun mantan GM Pelindo Banten ini, IKT tidak hanya untuk layanan mobil saja juga alat berat, truk, bus, dan suku cadang.

“Perseroan mengelola lahan seluas 31 hektar dengan kapasitas 700.000 unit kendaraan pertahun, rencananya pada tahun 2022, IKT mentargetkan lahan seluas 89,5 hektar dengan kapasitas 2,1 juta kendaraan. Dengan demikian, perseroan diproyeksikan menjadi pengelola terminal mobil terbesar ke-5 di dunia,” kata Chiefy.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), Sugeng Mulyadi menjelaskan bahwa perseroan di tahun 2017 membukukan pendapatan sebesar Rp 422,1 miliar, meningkat dibandingkan 2016 yang tercatat Rp 314,3 miliar. EBITDA naik menjadi Rp 175,4 miliar.

“Laba kotor naik menjadi Rp 208,6 miliar dari Rp 164,5 miliar. Laba bersih melonjak menjadi Rp 130,1 miliar dari sebelumnya Rp 98,4 miliar. Nilai aset per akhir 2017 mencapai Rp 336,3 miliar, meningkat dibandingkan 2016 yang sebesar Rp 264,9 miliar. Liabilitas naik menjadi Rp 99,2 miliar dari Rp 79,3 miliar dan ekuitas meningkat menjadi Rp 237 miliar dari Rp 185,6 miliar,” kata Sugeng.

Menurut Sugeng, bahwa current ratio sebesar 3,3 kali, naik dari 2,4 kali, rata-rata ROA dalam tiga tahun terakhir mencapai 35,4 persen, margin EBITDA 40,4 persen, ROE 50,6 persen, dan ekuitas terhadap aset 69,8 persen.

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha IKT, Arif Hismawan memaparkan, IKT bukan hanya melayani ekspor mobil ke ASEAN saja, melainkan ke Meksiko, Philipina, dan Saudi Arabia.Jepang menjadi salah satu negara terbesar untuk ekspor mobil.

“Untuk domestik pihaknya sedang menjajagi supaya bisa menjadi operator di tiga pelabuhan, yakni Makassar, Batam, dan Balikpapan,” ujar Arif.(benny ps/r)

Leave a Reply