50 Bangli di Pademangan Diratakan, Warga: Segera Dong Bangun Jalan

50 Bangli di Pademangan Diratakan, Warga: Segera Dong Bangun Jalan

Seorang anak menggelar spanduk bahan karton yang bertulisan “Jangan rusak rumah kami. Kami menggarap tanah ini 32 tahun.” (dok/mtr)

PADEMANGAN – Guna mengembalikan fungsi jalan umum Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara akhirnya berasil meratakan bangunan liar semi permanen di Jalan Ampera Besar meliputi lingkungan RW 06 dan 09 Kelurahan Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara.

Setelah melalui proses yang cukup panjang. Sebanyak 50 bangli yang dimanfaatkan untuk kegiatan usaha tepatnya di belakang Kantor Samsat Jakarta Utara di tertibkan petugas gabungan yang di dominasi Satpol PP. Tidak ada hambatan berarti sehingga penertiban berjalan normatif.

“Puluhan bangunan semi permanen yang ada disini menyalahi aturan karena berdiri diatas badan jalan. Oleh karena itu, kita ambil tindakan tegas dengan mengembalikan lahan itu sesuai dengan fungsinya agar lebih tertib,” ungkap Junaedi, Wakil Walikota Jakarta Utara yang terjun langsung memantau aksi penertiban.

Dikatakannya, mayoritas warga yang bermukim di Jalan tersebut adalah pengontrak. Sebanyak 144 pintu kontrakan terlihat memadati area badan jalan sehingga sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Dalam aksinya, tidak ada relokasi ke rusun karena 50 bangunan dengan 144 pintu kontrakan itu dimiliki oleh 13 orang yang tergolong mampu.

“Kegiatan ini termasuk dalam program 5 Tertib di Ibukota Jakarta yang masuk dalam kategori Tertib Hunian. Maraknya bangunan yang berada diatas badan jalan mengganggu ketertiban umum sehingga harus segera dibersihkan agar wilayah Jakarta Utara semakin tertata rapi,” tandas Junaedi bersamanya Camat Pademangan Mumu Mutjahid.

Ia menambahkan, sebelum penertiban, petugas telah melakukan operasi cipta kondisi dengan menyisir area ini supaya pelaksanaan penertiban bisa berjalan aman dan terkendali.

50 Bangli di Pademangan Diratakan, Warga: Segera Dong Bangun Jalan

Bangli di belakang Kantor Samsat rata dengan tanah. (dok)

“Kami harapkan warga yang menempati hunian disini bisa menerimanya dan bersedia pindah ke lokasi lain. Ini sudah menjadi tugas kami untuk menata agar Jakarta Utara semakin bersih, tertib, aman dan nyaman,” pungkasnya.

Sementa itu, Tono, 53, salah seorang warga Pademangan Barat memberikan apresiasi terhadap penertiban bangunan liar yang menggunkan bahu jalan Ampera Besar.

“Berdirinya sudah lama, puluhan tahun. Dulunya ini memang jalan tapi karena banyak bangunan kerab menjadi macet jalan pun menjadi buntu.”

“Saya harap setelah penertiban ini, segera dong jalan di perbaiki agar tidak disalahgunakan kembali. Jalan Ampera Besar terhubung dengan Jalan Kali Mati dan jalan Gunung Sahari. Saya harap jalan ini juga nantinya bisa menjadi jalan alternatif mengurai kemacetan di Gunung Sahari arah Senen,” harapnya. (jay/r)

Leave a Reply