Ahmad Sahroni: Masyarakat Jangan Terjebak Informasi Hoax di Media Sosial

Ahmad Sahroni - Komisi III DPR-RI

Ahmad Sahroni (tengah) bersama istri dan ‘mesin partai’ dalam satu pertemuan di Balai Yos Sudarso. (dok)

TANJUNG PRIOK – Anggota Komisi III DPR-RI Ahmad Sahroni menghimbau masyarakat agar tidak terjebak dengan informasi hoax yang beredar di media sosial.

Menurutnya, informasi atau berita yang tidak jelas sumbernya dapat merusak nilai-nilai demokrasi. Ia berharap masyarakat dapat lebih hati-hati dalam menyampaikan informasi, terlebih yang dapat menimbulkan keresahan warga.

“Saya harap masyarakat jangan terpengaruh dengan berita hoax. Jangan juga terprovokasi yang merugikan diri sendiri dan lingkungan,” kata Sahroni, politisi Partai NasDem di sela-sela acara silaturahmi rutin bersama RT, RW dan LMK se Kelurahan Kebon Bawang, di Balai Yos Sudarso Komplek Kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (19/3/2018) malam.

Ahmad Sahroni,  Anak Priok yang merintis karir dari tukang semir sepatu hingga menjadi anggota legislatif di senayan itu mengajak masyarakat melakukan edukasi, pencegahan terhadap konten-konten yang terindikasi berita palsu.

“Berita hoax itu di buat, dan bagaiman cara kita menyikapi hoax itu agar kita tidak menerimanya mentah-mentah. Kadang mengadu domba dengan teknologi lebih gampang dari pada kita head to head dengan seseorang. Saya sebagai anggota dewan tak ingin masyarakat termakan isu sara dan asal menyebarluaskan informasi yang belum tentu kebenarannya,” tandasnya.

Selain itu, kata dia, sebagai anggota dewan yang ruang lingkupnya membidangi hukum, HAM dan keamanan nasional kerap mendapatkan informasi terkait Narkoba di Jakarta Utara.

“Kebetulan saya di komisi bagian hukum, terutama narkoba di Jakarta Utara luar biasa, masif, dan terus menerus tak berhenti. Tapi saya sudah sampaikan pada Polri agar menindak tegas bagi mereka-mereka yang akhirannya kena narkoba.”

“Pesan saya stakeholder di wilayah baik pemerintah maupun penegak hukum lebih bersatu, menggalang, memerangi kejadian narkoba tersebut. Meski tidak bisa habis sepenuhnya tetapi setidaknya mampu mengurangi hal-hal yang lebih besar,” tutupnya. (jut/r)

Leave a Reply