AHMAD SYAMSUDIN Sosok Potensial Calon Anggota FKDM Kota

Ahmad Syamsudin

TANJUNG PRIOK, JAKUTNEWS – Ahmad Syamsudin, warga Sunter Agung maju dalam bursa pemilihan calon anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Tingkat Kota Jakarta Utara periode tahun 2020 – 2022. Pria asal Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat itu siap mengabdikan potensi dirinya untuk membantu program – program pemerintah terutama dalam pendeteksian dini gangguan keamanan pada sebuah kota yang di cintai yaitu Kota Metropolitan Jakarta Utara.

Baginya pengabdian dalam organisasi struktural pemerintah adalah sebuah jalan konstituen yang harus ditempuh untuk mewujudkan gagasan dan pemikiran secara konstruktif, terstruktur dan sistematis.

Hal itu menurut Ahmad akan lebih mudah diterapkan setalah memahami dinamika dan problematika dalam organisasi, komunitas atau kelompok – kelompok yang ada ditengah masyarakat dan jaringan koordinasi di kalangan eksekutif maupun legislatif.

Menjadi bagian dari FKDM dikatakannya bukan untuk mengisi watu kosong atau mencari status sosial ditengah masyarakat. Tetapi menurutnya adalah sebuah panggilan ditengah situasi dan kondisi ibukota khususnya Jakarta yang dituntut menjadi kota yang maju, berkembang, ramah, aman dan nyaman bagi semua orang. Kota yang mempunyai cita-cita membahagiakan dan mampu mensejahterakan warganya.

Posisi FKDM sendiri menjadi sangat strategis untuk mendorong terciptanya stabilitas keamanan dan terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di daerah serta mengantisipasi berbagai bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.  Karenanya perlu adanya peningkatan kewaspadaan sedari dini agar program – program pemerintah daerah maupun pusat dapat mengalir dengan baik sesuai sasaran.

ILUSTRASI (dok/ist)

Terkait keamanan, kata pria yang sehari – hari berkecimpung dengan masyarakat dari berbagai golongan itu, menjadi sarat mendasar sebuah kota metropolitan. Pria yang banyak menghabiskan waktunya melayani masyarakat melalui berbagai organisasi kemasyarakatan maupun bentukan instansi pemerintah sperti KPU, LMK, ia beranggapan bahwa menjaga keamanan kota agar tetap kondusif bukan semata tugas aparat tiga pilar yaitu pemerintah, TNI dan Polri saja.

Namun baginya diperlukan partisipasi masyarakat, FKDM sebagai lembaga resmi pemerintah yang dibentuk melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2018 Tentang Kewaspadaan Dini di Daerah, peraturan tersebut memiliki kewenangan untuk melakukan tugas – tugas seperti intelejen yang mampu mendeteksi akan terjadinya potensi gangguan kamtibmas dan mampu melakukan pendekatan-pendekatan emosional guna mencegah serta mengantisipasi gangguan keamanan yang lebih luas.

Karenanya untuk menjadi FKDM yang handal dan dapat dipercaya pada masyarakat sebagai mitra pemerintah yang profesional diperlukan kemandirian, kerja keras, dengan memasang mata dan telinga diseluruh sudut – sudut kota.

Jakarta Utara, kata dia, bukan saja bagian dari sebuah kota metropolitan tetapi ruh ekonomi bangsa. Banyaknya peredaran barang dan jasa di tengah masyarakat, perkantoran dan kawasan-kawasan tertentu di Jakarta Utara termasuk kawasan Pelabuah Tanjung Priok sebagai pusat transaksi ekonomi barang dan jasa mempunyai potensi yang sangat besar untuk mempengaruhi stabilitas ekonomi nasional.

Jadi menurutnya FKDM tak semata mengantisipasi atau mengurusi tawuran pelajar, tawuran antar warga, aksi premanisme, dan kejahatan narkoba. Tapi harus mempunya wawasan yang lebih luas yaitu turut mendeteksi, menganalisa, memetakan, dan menyimpulkan tanda -tanda ketimpangan ekonomi yang diyakini menjadi salah satu penyebab terjadinya prilaku abnormal di masyarakat.

Meski begitu, kata dia, harus seirama dengan tujuan besar FKDM di Daerah yang meliputi pendeteksian, pengidentifikasian, menilai, menganalisis, menafsirkan, dan menyajikan informasi dalam rangka memberikan peringatan dini untuk mengantisipasi berbagai potensi bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan di daerah seperti Kota Jakarta Utara.

Karenanya ia berharap jika menjadi bagian dari anggota FKDM Kota Jakarta Utara dapat berperan aktif dalam membantu meningkatkan peran Pemerintah Daerah DKI Jakarta dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban umum. Selain  itu, ia juga menyakini kemampuannya untuk meningkat jalinan komunikasi  dan koordinasi serta sinergitas antar perangkat daerah dan stakeholder yang ada. (jay/r)

Leave a Reply