Aktivis Desak Polda Metro Tangkap Mafia PTSL di Papanggo

Aktivis Desak Polda Metro Tangkap Mafia PTSL di Papanggo

Kantor Kelurahan Papanggo di Jalan Bisma, Jakarta Utara diduga menjadi sarang oknum ‘pemain” program PTSL. (foto/ist)

PAPANGGO, JAKUTNEWS – Aktivis dan kalangan masyarakat di Jakarta Utara mendesak agar Polda Metro Jaya menangkap dan menuntaskan “pemain” dalam kasus program strategis nasional PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) tahun 2017 di Lingkungan Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pasalnya, kasus tersebut telah ditangani Dit Reskrimsus Polda Metro jaya seperti mengangtung dan belum ada kepastian hukum (tersangka) sehingga hanya menimbulkan buah bibir dan kecemasan di kalangan masyarakat. Padahal, diharapkan pada kasus tersebut menjadi shock therapy agar tidak ada oknum lagi yang memanfaatkan program PTSL untuk mencari keuntungan pribadi dan kelompok.

“Tangkap Oknum Masyarakat dan oknum PNS yg terlibat Mafia PTSL. Hukum harus ditegakkan,” tandas Harri langitan seperti di kutip pada media sosial facebook, Sabtu, 8/9/2018.

Hari langitan yang akrab di sapa Dojin, salah seorang aktivis Jakarta Utara yang kerap berucap kritis mengaku heran dengan perkembangan kasus hukum di Papanggo.

“BONGKAR.KEMBALI DAN UNGKAP KASUS PTSL.2017.yg.blm.Transparan dimata masyarakat,” timpal akun facebook Heroe Andi BE menjawab postingan akun facebook jakutnews.

“Mestinya mafia sertipikat tsb.didesak krn dia tidak berdiri sendiri lebih cendrung diperalat oknum lurah yg bermain dibelakang layar,” balas akun facebook Tigor Napitupulu.

Hingga berita ini diturunkan situs ini mencoba konfirmasi pada Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melalui sambungan telpon 021-5234077 seperti tertera pada situs reskrimum.metro.polri.go.id namun belum dapat menjawab.

Sumber: kabarsbi

Leave a Reply