Apel Khusus Koarmabar: Laksamana Muda TNI Aan Kurnia Pamit dan Beri Penghargaan Prajurit Berprestasi

apel-koarmabar

Laksamana Muda TNI Aan Kurnia berikan keterangan pers. (dok)

TANJUNG PRIOK – Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI Aan Kurnia S Sos, melaksanakan apel khusus dan pemberian penghargaan pada prajurit. Apel yang dilaksanakan di Komplek Satuan Koarmabar I Pondok Dayung Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/3/2018), di warnai perpisahan tugas sang panglima dengan prajuritnya.

“Hari ini saya melaksanakan Apel Khusus dalam rangka serah terima jabatan Pangarmabar sekaligus saya memberikan penghargaan pada prajurit. Ini saya lakukan sebagai contoh atas apa yang saya lakukan selama 1 tahun 7 bulan tambah 14 hari selama saya menjabat Pangarmabar,” kata Panglima Koarmabar, Laksamana Muda TNI Aan Kurnia.

Lebih lanjut, dikatakannya, bahwa dirinya merasa berat meninggalkan prajurit-prajurit kebanggaan namun karena panggilan tugas prajurit harus siap ditempatkan dimana pun.

“Saya sangat sedih meninggalkan prajurit prajurit kebanggaan saya. Tapi itu harus kita lakukan yang namanya prajurit harus siap ditempatkan dimana saja, ada waktunya menjabat dan ada waktunya meninggalkan. Pengganti saya adalah Laksamana Muda TNI, Yudo Margono. Mudah mudahan dibawah kepemimpinan beliau bisa lebih maju lagi,” jelasnya.

Ia mengungkapkan selama bertugas banyak dinamika baik suka dan duka, baik prestasi dan pelanggaran-pelanggaran secara gentle telah dilalui bersama 14 ribu prajurit dibawahnya.

“Penghargaan yang saya berikan ini merupakan bentuk bangga saya, hormat saya, kita semua pemimpin disini khususnya Bapak Kasal. Pangarmabar terhadap KRI Sigurot-864 berhasil menggagalkan penyelundupan Narkoba jenis shabu sebesar 1 Ton 37 Kg 581,8 Gram yang dibawa kapal MV Sun Rice Glory, kapal tersebut ditangkap oleh KRI Sigurot-864 pada tanggal 7 Februari 2018 di perairan Selat Philips,” ungkap Aan Kurnia.

Menurut Pangarmabar, Laksamana Muda TNI, Aan Kurnia, dari Lanal Semeulue, pihaknya dapat menyelamatkan menggalkan pencurian telur penyu spesis langka sejumlah 1200 butir di wilayah Aceh. Bahkan dari Pemerintah Republik Cheko mengapresiasikan prajurit.

“Apalagi saya selaku Pangarmabar tentunya dua kali lipat, keberhasilan ini yang sifatnya International. Saya dalam kesempatan ini mohon pamit, saya mendapat amanah tugas sebagai ASOP Kasal, tentunya tanggung jawab lebih besar. Kemarin hanya di wilayah Barat, kalau ASOP Kasal seluruhnya Armabar, Armatim, Kolinlamil, Marinir untuk operasionalnya dibawah saya atas perintah Kasal,” demikian terang Aan Kurnia.

Sementara itu, Kadispen Koarmabar, Letkol Laut (P) Agung Nugroho, menambahkan bahwa prajurit Koarmabar penerima penghargaan yakni, Prajurit KRI Sigurot -864, Mayor Laut (P) Arizzona Bintara menjabat sebagai Komandan KRI Sigurot-864 dan Serda Bah Faisal Dharma menjabat sebagai Bintara Utama (Bama) KRI Sigurot -864.

Selain itu, prajurit Lanal Simeulue, Lettu Laut (P) Prabowo, sebagai Komandan Unit Intel Lanal Semeulue dan Kopda Bah Ismail Maha sebagai pengamat 1 Posal Pulau Banyak Lanal Simeulue, menerima penghargaan Zoo Liberec dan CCBC dari pemerintah Republik Cheko.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Duta Besar Republik of Cheko untuk Indonesia Mr He Ivan Hotek dikantor Gubernur Provinsi Aceh.

Pemberian penghargaan ini, kata Letkol Agung, merupakan wujud komitmen pimpinan dalam memberikan reward, mengapresiasi setiap prestasi yang diraih prajurit Koarmabar.

“Ini merupakan bentuk profesionalisme seorang prajurityang mampu diraih disamping tugas dan tanggung jawabnya di kedinasan melalui ketekunan, kesungguhan dalam berlatih dan semangat juang tinggi untuk meraih hasil optimal.”

“Diharapkan, pemberian penghargaan ini dapat menjadi pemicu dan motivasi bagi seluruh prajurit untuk bekerja lebih dan lebih semangat dimasa yang akan datang. Selain itu, prajurit Koarmabar agar senantiasa meningkatkan kinerja agar mengasilkan karya yang berguna bagi TNI Angkatan Laut, Bangsa dan Negara,” harapnya. (benny ps/r)