Bazis Jakut Manfaatkan RT/RW Kumpulkan Dana GAR Tanpa Kupon, Rawan Penyimpangan

Bazis Jakut Manfaatkan RT/RW Kumpulkan Dana GAR Tanpa Kupon, Rawan Penyimpangan

Ilustrasi Bazis Jakut (dok)

TANJUNG PRIOK – Bazis, Badan amal resmi Kota Jakarta Utara secara rutin khususnya di bulan ramadhan melalui Gerakan Amal Ramadhan (GAR) mengumpulkan dana amal dari masyarakat melalui pengurus RT /RW setempat.

Pengumpulan dana masyarakat melalui Bazis yang tidak memberikan kupon menimbulkan kecurigaan. Selain itu tidak adanya transparan yang kongkrit mengundang Bazis Jakarta Utara di tuding menjadi ladang bancakan.

Salah seorang pengurus RW di Kelurahan Semper Barat, Dali Mahdali, secara gamblang menyatakan Bazis “memaksa” rt dan rw melakukan pengumpulan dana amal.

” RT / RW tuk jadi kepanjangan tangan dari oknum Badan Amil Zakat Infak & Shodakoh DKI, di setiap Puasa Ramadhon, biasanya dengan iming iming dapat persentase 10% dari total pendapatan,” tulis Dali dalam postingannya di media sosial, dikutip Minggu, 27/5/2018.

Ia berharap agar Bazis membebaskan masyarakat Jakarta Utara untuk mengekspresikan sendiri amalnya tanpa paksaan dan iming iming.

“Biarlah warga mengekspresikannya sendiri ke mana dia akan menyalurkan amalnya. Terbayang gak oleh kalian…. warga harus bayar THR Hansip Rt/Rw, Tukang Sampah,” tandas Dali.

Sementara dilain pihak, petugas mengatas namakan Badan Bazis yang notabenenya adalah pengurus RT di lingkungan RW 08 Papanggo meminta sumbangan dengan dalih amal tanpa di lengkapi kupon resmi Bazis.

“Tidak ada kupon dari Bazis yang hanya lembar isian saja. Berapa yang di amalkan terus kami tulis. Ada nilai 10 ribu, 20 ribu dan lainya,” ungkap pengurus RT itu.

Warga setempat berpendapat sumbang Bazis tanpa kupon menunjukan kinerja Badan Bazis Jakarta Utara tidak profesional.

Dana Bazis dari masyarakat yang terkumpul rawan kebocoran sebelum dana tersebut di bukukan secara ril.

Menanggapi tudingan dan teknis penggalangan dana Bazis yang di duga janggal itu, Matsani, salah seorang pejabat Bazis Jakarta Utara saat diminta penjelasanya tidak dapat di hubungi.

Sebelumnya, Kepala Bazis Jakarta Utara Hari Agusti Hiyayat mengaku dalam melakukan pengumpulan dana masyarakat, pegawai dan pelaku usaha sudah di audit tim independen. (ju/r)

Leave a Reply