Bikin Geger 4 WNA Kost di Perkampungan Warga, Diciduk Petugas

4 WNA diciduk Petugas Imigrasi

Seorang WNA nekad coba melarikan diri di amankan petugas dibantu warga. (dok)

SUNGAI BAMBU– 4 Warga Negara Asing (WNA) diduga asal Negeria kost di sebuah rumah perkampungan di lingkungan RT 08 RW 07 Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara awalnya membuat gerah warga akhirnya diciduk petugas.

Keempat WNA tersebut tinggal dalam dua buah kamar kontrakan berbeda masing berukuran sekitar 3 x3 meter2. Kontrakan yang akses masuknya melalui sebuah Gang kecil itu diduga menjadi tempat persembunyian.

Namun keberadaan mereka diketahui warga setempat. Hari-hari WNA tersebut telah mengundang perhatian serta kecurigaan warga.

Warga lainya yang mulai resah melaporkan keberadaan orang asing kepada petugas Imigrasi Jakarta Utara.

Saat petugas datang di kontrakan WNA, Kamis (29/3/2018), 4 orang asing itu, seorang diantranya sedang duduk. Sedangkan lainya berada dalam kamar masing-masing.

Petugas Imigrasi Jakarta Utara didampingi petugas Satpol PP, dan Bhabimkamtibmas Kelurahan Sungai Bambu menanyakan paspor dan dokumen keimigrasian lainnya.

Karena tidak dapat menunjukan dokumen yang diminta petugas imigrasi, 4 WNA itu pun siap di gelandang petugas. Dengan posisi tangan di diborgol bahan plastik.

Tetapi pada saat yang bersamaan seorang diantaranya mencoba melarikan diri dengan cara melompati tembok teras dan melewati atap rumah warga lainnya, hingga jatuh kebawah dan berlari.

Kejadian tersebut sempat membuat geger warga setempat. Warga yang penasaran berhamburan keluar rumah.

Beruntung kurang lebih 40 meter dari tempat kost petugas berhasil mengejar WNA tersebut. Akibat ulah nekatnya menimbulkan luka pada bagian kaki sehingga merepotkan petugas untuk memapahnya.

Sementata itu, petugas Imigrasi Jakarta Utara saat diminta keterangannya kepada jakutnews.com belum bersedia menjelaskannya.

“Keteranganya nanti di kantor saja,” kata salah seorang petugas Imigrasi dengan atribut Tim PORA (Pengawasan Orang Asing) Kota Jakarta Utara.

Sementara itu, Ny. Yeti, 45, salah seorang warga setempat mengaku risih dengan adanya orang asing dilingkungan perkampungan warga.

“Setahu saya keberadaan mereka sudah sebulan ini, sepertinya warga Negeria. Mereka tinggal di kontrakan Pak Jaenudin, hari-harinya suka keluar masuk kamar banyak warga yang lihat,” jelasnya.

Ia mengaku resah ada orang asing tinggal di kontrakan itu. Anehnya, kata dia pemilik kontrakan tidak melarangnya.

“Mungkin ada warga yang melapor karena kadang suka datang wanita ke kamar kontrakan itu juga,” ungkapnya. (ju/r)

Leave a Reply