Buruh JICT Ancam Mogok Kerja Jika Tuntutan Tak Dipenuhi

Aksi buruh (foto/dok)

KELAPA GADING – Ketidakjelasan penghentian Konsesi antara Pelindo II dan PT Hutshinson, Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (SP JICT) akan melakukan aksi mogok kerja. Kegiatan berhenti kerja sementara akan dilakukan pada tanggal 15-20 Juni 2017.

Menurut Sekjen SP JICT Firmansyah, negara akan mengalami kerugian tinggi dengan adanya aksi mogok kerja. Hal ini, lantaran berhentinya aktivitas bongkar muat kapal.

“Kita akan mogok kerja lagi. Biar mereka respon terhadap keseriusan SP JICT atas permasalahan Konsesi,” ujar Firmansyah saat ditemui usai menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Graha Rekso, Jalan Boulevard Atha Gading, kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (3/5/2017).

Dia menjelaskan, aksi demonstrasi yang dilakukan di depan gedung Graha Resiko lantaran terdapat kantor PT Hutshinson Indonesia di lantai 7. Niatnya bertemu CEO PT. Hutshinson Portal Indonesia, Steven pun tak tercapai.

“Tujuan kami hari ini akan bertemu dia (Steven), namun tak ada di kantor. Belum ada kejelasan kapan bisa bertemu,” katanya.

Lebih jauh, Dia menerangkan, SP JICT mengutuk PT. Hutshinson atas Konsesi yang dilakukannya. Dengan adanya itu, maka negara merugi sekitar USD 85 per tahun akibat pembayaran nilai investasi yang telah dilakukannya. Padahal, kerugian tersebut tak semestinya ditanggung JICT dan seharusnya menjadi hak para pekerja.

“Kami (SP JICT) tiap hari harus berkeringat demi mereka (PT Hutshinson ). Ini tidak adil bagi kami,” jelasnya. (infonitas)

Leave a Reply