CSR MTI Tanam 200 Benih Pohon Mangrove di PIK

CSR MTI Tanam 200 Benih Pohon Mangrove di PIK

Karyawan – karyawati PT MTI tanam benih mangrove. (dok)

PENJARINGAN – Keberadaan Hutan Mangrove di daerah Jakarta khususnya di pesisir utara tentunya sangat di perlukan bagi Masyarakat sekitar. Pohon mangrove, selain Melindungi garis pantai yang rentan dari hempasan gelombang, akar mangrove dapat menahan tanah juga dapat mencegah erosi pantai.

Sejalan dengan hal tersebut PT Multi Terminal Indonesia (MTI) melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) bidang lingkungan melakukan Penanaman benih mangrove di Ekowisata Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, rabu lalu.

“Kegiatan penanaman pohon mangrove sebagai kepedulian Perusahaan terhadap lingkungan,” ujar Humas PT MTI, Djoko Rusmanto, dalam siaran pers yang diperoleh jakutnews, Kamis, 10/5/2018.

Disebutkan, Direktur Keuangan dan SDM PT MTI, Miftahul Huda, yang menghadiri kegiatan itu disambut baik oleh Kepala Bidang kehutanan Provinsi DKI Jakarta Jaja suarja. Mereka salaing mengisi kegiatan Penanaman Mangrove.

“Kegiatan penanaman benih mangrove ini merupakan bagian dari program CSR Perusahaan, dengan melakukan penanaman Mangrove diharapkan memiliki dampak yang baik bagi lingkungan kita. Kegiatan seperti ini merupakan tanggung jawab kita bersama.” kata Miftahul Huda.

CSR MTI Tanam 200 Benih Pohon Mangrove di PIK

Karyawan, Managemen PT MTI, Dinas terkait bersama tanam pohon di PIK. (dok)

Menurutnya, dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dapat memperbanyak penghijauan. Seperti pohon mangrove di yakininya mempunyai banyak sekali manfaat bagi ekosistem tidak hanya sebagai penahan abrasi air laut tetapi juga tempat tinggal hewan dan tumbuhan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kepala Bidang Kehutanan Provinsi DKI Jakarta yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Hal ini merupakan kontribusi perusahaan terhadap lingkungan agar lebih sehat,” tambah Miftah.

Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Kehutanan Provinsi DKI Jakarta, Jaja Suarja, menyampaikan Luas hutan mangrove Pantai Indah Kapuk sekitar 337 Hektar.

“Cukup luas jika dilihat dari letak geografis Jakarta Utara, tetapi jika dilihat luas keseluruhan DKI Jakarta masih sangat kecil.  Baru sekitar 0,04 persen untuk ukuran Ruang Terbuka Hijau,” ujarnya.

Menurut Jaja, ruang terbuka hijau DKI Jakarta saat ini memiliki 11 %. Masih jauh dari target untuk kualifikasi persyaratan kota sehat yaitu RTH mencapai 30 persen.

“Tentunya dengan keberadaan hutan mangrove sebagai ruang terbuka ini sangat di perlukan oleh masyarakat, Banyak masyarkat maupun instansi yang berkunjung ke kawasan ekowisata Pantai Indah Kapuk ini untuk melakukan beberapa kegiatan,” jelas dia.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada PT MTI yang peduli terhadap lingkungan khususnya keberadaan hutan mangrove ini” ucapnya.

PT Multi Terminal Indonesia menanaman sebanyak 200 benih mangrove yang dilakukan oleh pekerja MTI. Perusahaan yang bergerak dibidang barang dan jasa itu berharap dapat memberikan dampak positif bagi kelangsungan ekositem dan ikut serta dalam melestarikan alam. (benny ps/r)

Leave a Reply