Dirut PTP Imanuddin: Budayakan K3, Mulai Dari Saya!

Dirut PTP Imanuddin: Budayakan K3, Mulai Dari Saya!

Komitmen budaya K3 (Inzet) Dirut PTP. (dok/ipc)

PELABUHAN (TANJUNG PRIOK) – Kesehatan dan keselamatan kerja atau lebih familiar disebut K3 adalah bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah perusahaan, institusi maupun lokasi proyek. Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja. K3 juga melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain di kondisi lingkungan kerja.

Menerapkan K3 bukan hal yang mudah diperlukan kesadaran, kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan kerja. Karenanya dalam sebuah perusahaan K3 menjadi bagian dari prinsip produktivitas dan tolak ukur dalam program dan kebijakan menuju perusahaan yang handal dan profesional.

Menurut Direktur Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok (Dirut PTP), Imanuddin, penerapan K3 adalah kewajiban perusahaan. Semua personil tanpa mengenal jabatan wajib taat dalam menjalankan aturan K3.

“K3 merupakan amanat dari Pemerintah melalui UU No 1 /1970, yang initinya, perusahaan perlu menjamin keselamatan dan kesehatan kerja dilingkungan kerja. Bukan hanya itu, tetapi juga keselamatan terhadap seluruh alat produksi perusahaan,” kata Dirut dalam sebuah apel besar memperingati bulan K3 tahun 2018, diikuti ratusan karyawan PTP bersama Stakeholder, di halaman gedung PTP, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dalam acara itu, mengangkat tema tema “Melalui Budaya Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Mendorong Terbentuknya Bangsa Yang Berkarakter“ dan “Penerapan Budaya K3 Menjadikan Lingkungan Kerja PT Pelabuhan Tanjung Priok, Aman, Nyaman, Sehat Menuju Zero Accident.” Dan dilanjutkan dengan penyematan PIN K3 secara simbolis dari direksi PTP kepada perwakilan instansi yang hadir, dan kepada pekerja di lingkungan PTP.

“Mulai dari saya sendiri dan kepada seluruh pekerja kita komitmen untuk menjalankan budaya K3 ditempak kerja masing-masing,” sambung Imanuddin.

Ia mengajak pekerjanya dapat menjalankan lima hal yaitu menjalankan budaya K3 ditempat kerja masing-masing; bahwa budaya K3 akan kami mulai dari saya sendiri, teman – teman kami dan lingkungan kami; kami sadar bahwa budaya k3 ini berdampak pada produktivitas dan prestasi perusahaan; untuk itu kami mendukung penuh perusahaan dalam menjalankan program dan kebijakan K3 diperusahaan; dan K3 bukan hanya milik perusahaan, tapi juga milik saya dan keluarga.

“Apel umum bulan K3 kali ini bertujuan, untuk meningkatkan kinerja dan peran aktif, serta memupuk budaya dan kesadaran baik seluruh karyawan PTP maupun seluruh stakeholder, tentang pentingnya K3 sehingga target zero accident perusahaan dapat terwujud,” pungkasnya.

Apel diikuti oleh perwakilan dari setiap wilayah kerja PTP, yaitu Terminal operasi 1, Terminal operasi 2, Terminal operasi 3, Lini 2 & Vas, Staff non operasional, Managerial, dan Direksi. Selain itu, untuk eksternal yang mengikuti apel ini yakni, Perusahaan bongkar muat (PBM), Tenaga kerja bongkar muat (TKBM), serta perwakilan dari instansi diantaranya Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok (KKP).

Sementara itu, untuk mencairkan suasana apel akbar dan menarik minat kampanye peringatan bulan K3, managemen PTP mengkemas dengan dihadirkannya Humanoid si manusia patung atau robot. Alhasil kehadiran Humanoid ini menjadi sorotan para pekerja dilingkungan PTP. (benny ps/r)

Leave a Reply