Hilangkan Kekerasan, 431 Taruna Tingkat II Jalani Psikotes

Hilangkan Kekerasan, 431 Taruna Tingkat II Jalani PsikotesMARUNDA – Sebanyak 431 Taruna Tingkat II Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, menjalani tes psikotes yang digelar langsung kampus STIP, Senin (30/1) hingga Selasa (31/1/2017).

Pihak STIP menjelaskan kegiatan psikotes tersebut menjadi salah satu langkah untuk menghilangkan adanya sebuah tindak kekerasan terhadap senior ke junior itu.

“Jadi kegiatan ini merupakan sebuah langkah yang dimana STIP menindaklanjutkan arahan dari bapak Menteri Perhubungan(Menhub) RI, Budi Karya Sumadi, terkait pemulihan kondisi STIP,” kata Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP), Wahju Satrio Utomo, Selasa (31/1/2017).

Tommy mengakui, kegiatan ini bertujuan mengetahui kondisi psikologis para taruna, sehingga bisa ditemukan potensi yang dapat melakukan kekerasan, yang nanti dapat dilakukan langkah-langkah preventif.

“Kami diperintahkan untuk melakukan langkah-langkah memulihkan kembali kondisi STIP agar kembali kondusif. Alhasil ini adalah salah satu kegiatan yang kita lakukan selain pembenahan di bidang-bidang yang lain juga,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, jika nanti ditemukan ada taruna yang berpotensi untuk melakukan tindak kekerasan, maka dari hasil psikotes itu dapat dijadikan sebuah acuan. Artinya, STIP itu sendiri akan melakukan sebuah tindakan pengawasan dan pembinaan secara khusus.

“Sehingga para dosen seta pengasuh dapat memonitor dan melaporkan perkembangan taruna tersebut. Semua taruna wajib ikut yang ditemukan ada kecenderungan melakukan tindak kekerasan akan kita bina. Sehingga dia dapat mengikuti proses pendidikan khusus yang kondusif sampai dia lulus,” ucap Tommy.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua STIP Jakarta, Capt Marihot Simanjuntak menjelaskan terkait pelaksanaan psikotes ini sebagai dasar untuk penentuan pola pembianaan taruna STIP kedepannya.

“Psikotes tersebut fokus pada aspek stabilitas emosi, dimana hasil evaluasi akan digunakan untuk pengembangan pembinaan taruna STIP selanjutnya,” kata Marihot.

Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkesinambungan agar hal-hal yang bisa dipastikan mengganggu proses pendidikan di STIP dapat diantisipasi.

“Maka, saat ini baru taruna tingkat II sebanyak 431 orang diuji langsung oleh 37 psikolog dari Kementrian Perhubungan RI serta Universitas Indonesia. Namun, nanti kami lanjutkan untuk taruna lain,” tambahnya.

tigapilarnews

Leave a Reply