Kampung Warakas Kedatangan Tim Komunitas Klinton

Kampung Warakas Kedatangan Tim Komunitas Klinton

Warga dan para Bocil foto bersama usai kedatangan tim kampung klinton. (dok)

WARAKAS – Kampung Warakas di lingkungan RT 05 RW 9 Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara kedatangan tim penilai lomba Kampung Klinton (Klin, Tertib dan Menonjol, red), Minggu, 5/8/2018. Tim yang berasal dari Komunitas Masyarakat Krearif Sunter Jaya melakukan testimoni menjelang penilaian lomba lukisan mural.

Lingkungan RT 05/9 Warakas merupakan 1 dari 45 lokasi di 3 Kecamatan yang tersebar di 15 Kelurahan di wilayah Jakarta Utara yang mengikuti lomba lukisan mural, Kampung Klinton. Dengan memperebutkan hadiah total Rp 30 juta dari panitia penyelenggara.

“Lingkungan kami selalu siap. Kebetulan masyarakat kami kompak semua warga turut berpartisipasi untuk membawa nama baik wilayah. Ya mudah-mudahan lingkungan kami dapat yang terbaik,” kata Thelda Pangandaheng, Ketua RT 05/9 Warakas.

Uniknya, Telly sapaan akrab Thelda Pangandaheng, melibatkan anak-anak usia dini (Bocah Cilik/Bocil) dalam menciptakan suasana bersih, tertib dan menonjol.

“Dari usia dini kami didik anak-anak untuk peduli terhadap lingkungan. Mereka selalu kami ajak dalam berbagai kegiatan dan lomba termasuk melukis agar kelak mereka tumbuh menjadi anak-anak yang membanggakan bagi lingkungan, bangsa dan negara,” jelas pembina Bocil Warakas itu.

Kampung Warakas Kedatangan Tim Komunitas Klinton

Lurah Warakas Sri Suhartini dan ketua RT 05 Telly memberikan testimoni pada tim Kampung Klinton. (dok)

Pada kesempatan itu, Lurah Warakas Sri Suhartini turut hadir menyaksikan tim testimoni jelang penilaian lomba lukisan mural. Hadir pula LMK RW 09 dan pengurus RW setempat.

Berbagai lukisan mural di tampilkan pada media dinding Tol Wiyoto Wiyono seperti gambaran kebersihan kota, gambaran tarian budaya nusantara, gambaran Asian Games dan lainnya.

Sementara itu, salah seorang Komunitas Kreatif Sunter Jaya, Syamsul Arif, mengatakan kegiatan yang dilakukan adalah testimoni menjelang penilaian dari tim penjurian.

“Penilaian nanti dari tim juri berasal dari kementerian Lingkungan Hidup dan dari Walikota Jakarta Utara. Aspek penilaian dari sosial media dan tim penjuri itu sendiri,” kata Syamsul.

Menurutnya, peserta wajib memposting kegiatanya dari sebelum sampai pasca acara di lini massa seperti facebook dan instagram yang telah ditentukan.

“Kita ingin aspek lingkungan lebih bagus untuk mencerminkan kepedulian warga pada lingkungannya. Indikatornya antara lain keindahan, keramaian, peran warga, dan kompak. Total hadiah Rp 30 juta dan piala dari Walikota Jakarta Utara,” jelasnya. (ju/r)

Leave a Reply