Kecewa Dengan Kebijakan Ahok, Bukhari Pilih Balongub DKI

h.bukhari

Ketua FKPBM DKI Jakarta, H.Bukhari.

TANJUNG PRIOK – Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan sebagai Ketua DPD Front Kerukunan Pemuda Bugis-Makassar (FKPBM) DKI Jakarta, Bukhari, telah mendaftarkan diri untuk ikut penjaringan bakal calon gubernur (Balongub) DKI Jakarta.

Ia mengaku prihatin atas kebijakan Gubernur DKI Jakarta yang melakukan penggusuran di sejumlah tempat di Jakarta Utara yang dianggap kurang bermartabat dan tidak memihak pada rakyat kecil.

Bukhari merupakan pengacara warga Waduk Ria Rio, Pedongkelan, yang pernah digusur oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Pria berdarah Bugis itu, memilih bakal calon gubernur DKI Jakarta priode 2017-2022 dengan alasan keperihatinannya yang mendalam atas nasib saudaranya di pesisir.

“Saya sadar bahwa saya ini bukan siapa-siapa, tetapi harus diingat bahwa Jokowi juga dulu juga bukan siapa-siapa. Saya pilpres lalu adalah bagian tim kemenangan Jokowi. Dan saya punya tekad untuk membela masyarakat Jakarta secara profesional, bermartabat dan manusiawi,” ujar Bukhari, di kantor FKPBM Jalan Bugis, Jakarta Utara, Senin, 18/4/2016.

Pria yang berprofesi sebagai pengacara itu, juga mengaku bahwa dirinya mempunyai pengalaman pahit saat membela rakyat kecil yang digusur atas kebijakan pemprov DKI Jakarta.

“Waktu penggusuran pertama Ahok di Pedongkelan, saya pengacara warga di sana. Saya adalah korban pemukulan Satpol PP waktu itu, coba lihat di YouTube, judulnya ‘Pengacara Pedongkelan dikeroyok Satpol PP’,” ujar Bukhari.

Setelah kejadian itu, Bukhari melihat semakin banyak wilayah yang digusur, seperti Kampung Pulo, Kalijodo, hingga Pasar Ikan dan menyusul lokasi pemukiman lainnya. Menurut Bukhori, gusuran tanpa peritungan yang matang dan tidak manusiawi menjadi  bukti bahwa Ahok tidak pro kepada rakyat kecil.

“Makanya kami ingin masyarakat Bugis – Makassar dapat bersatu, di Jakarta komunitas kami lebih dari 2 juta jiwa. Cukup banyak mayarakat Bugis Makasar yang bermukim di pesisir Jakarta termasuk di Penjaringan. Kami ingin Jakarta dibangun dengan mengedepankan kepentingan masyarakat kecil bukan pada mereka para pengusaha saja,” jelasnya.

Bukhari menjelaskan, dia memilih PKB karena merasa memiliki visi dan misi yang sama. Dia optimistis bila masyarakat keturunan bugis dan makasar serta warga Jakarta dapat bersatu akan mampu mengalahkan Ahok.

“Kalau kita tidak berbuat, siapa lagi? Jangan masyarakat pribumi hanya jadi menonton ditengah saudaranya yang tertindas. Saatnya kita harus bersatu, bagaimanapun DKI harus dipimpin orang pribumi yang profesional, bermartabat, dan manusiawi,” prinsipnya. (joko/r)

Leave a Reply