Kontestan Pilpres di Jakut Diminta Hindari Konflik SARA

Deklarasi kampanye damai bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kota Jakarta Utara. (dok)

TANJUNG PRIOK, JAKUTNEWS – Walikota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau berharap agar semua kontestan atau unsur yang berpartisipasi dalam pesta demokrasi pada pemilihan umum presiden (Pilpres) dapat berkomitmen untuk mentaati semua aturan telah ditetapkan.

“Kami ingin agar pelaksanaan kampanye yang dimulai sejak tanggal 23 September hingga 13 April 2019 dapat berjalan aman dan damai. Karenanya dibutuhkan satu komitmen bersama,” ujarnya, Kamis, 27/9/2018.

Hal itu disampaikan dalam suatu Forum Koordinasi Pimpinan Kota Jakarta Utara bersama KPU, Bawaslu dan para calon legislatif DPR, DPD dan DPRD Provinsi DKI Jakarta Dapil 2 dan 3. Acara yang berlangsung di Ruang Bahari, Kantor Walikota Jakarta Utara mendeklarasikan kampanye pemilu damai yang bebas dari isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).

“Masa kampanye ini terhitung cukup lama dan salah satu tahapan yang dianggap paling rawan karena melibatkan massa, mobilisasi, pemasangan atribut, spanduk, penyampaian pendapat dan sebagainya. Untuk itulah, semua kontestan harus memahami dan mengerti semua aturan agar terhindar dari kesalahan yang dapat berakibat konflik,” jelasnya.

Ia mengharapkan semua unsur berkontribusi menjadikan kampanye di wilayah Jakarta Utara sebagai ajang pesta demokrasi yang damai dan menyenangkan tanpa harus mencederai nilai-nilai kebhinekaan.

“Bapak dan ibu ini adalah tokoh terbaik di Jakarta Utara. Dibutuhkan satu komitmen bersama untuk mencegah isu SARA dalam pelaksanaan kampanye. Saya juga menginginkan agar deklarasi kampanye pemilu damai, bebas dari isu SARA,” pungkas Syamsuddin Lologau. (jay/r)

Leave a Reply