Langgar GSJ, Bangunan di Komplek DKI Akan Dibongkar

Langgar GSJ, Bangunan di Komplek DKI Akan Dibongkar

Pagar tembok diatas saluran komplek DKI akan dibongkar. (dok)

SUNTER AGUNG – Sebuah bangunan hunian di kawasan Komplek DKI akan dibongkar paksa tim petugas Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pasalnya, bangunan yang berlokasi di Blok H2 RT 16/13 Kelurahan Sunter Agung ditenggarai telah melanggar garis sempadan jalan (GSJ) hingga menutup saluran dengan beton dan pagar tembok secara permanen.

Kepala Seksi Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Kecamatan Tanjung Priok, Andi Lesmana, membenarkan adanya tindakan penyegelan di komplek DKI tertsebut. Pihaknya mengaku tindakan tersebut dilakukan karena adanya laporan dari pihak Kelurahan Sunter Agung.

“Pelanggarannya karena pagar tembok melampaui batas GSJ ditambah lagi adanya bak sampah yang memakan jalan. Saluran lingkungan setempat jadi tertutup, Lurah Sunter Agung juga melaporkannya pada kami,” kata Andi, Jumat, 18/8/2017.

Sebelumnya, kata dia, saat kegiatan pembangunan pemilik sudah diperingatkan pihak kelurahan namun sepertinya pemilik memaksakan kegiatan pembangunan yang berakibat terhadap lingkungan.

“Bahasa kasarnya pemilik bangunan menyerobot lahan lingkungan dan itu tidak diperbolehkan. Stelah penyegelan, beberapa hari lalu kami masih memberikan kesempatan 14 hari kepada pemilik untuk membongkarnya sendiri. SPB (Surat Perintah Bongkar) segera turun,” jelasnya.

“Bagi kami tidak ada solusi, bangunan tersebut akan menjadi target pembongkaran bila tidak dilakukan sendiri oleh pemilik. Kami akan bongkar, ini juga sebagai shok terapi kepada masyarakat sekitar atau masyarakat pada umunya agar tidak melakukan pelanggaran apapun dalam membangun. Apalagi sampai melanggar hak lingkungan,” pungkasnya.

Pantauan jakutnewscom dilokasi tersebut kegiatan pembangunan sudah selesai. Namun pada tembok, pada rumah dengan ketinggian tiga lantai itu terdapat papan/banner segel berwarna merah, sebagai tanda pelanggaran dan bangunan dalam pengawasan unit terkait.

Sementara itu, Alfin selaku pemilik bangunan saat akan di minta klarifikasinya tidak ada ditempat. (jutari/r)

Leave a Reply