Oknum Ketua RT di Papanggo Dilaporkan Polisi

Oknum Ketua RT di Papanggo Dilaporkan Polisi

Toni Salim (Topi) korban penganiayaan oknum Ketua RT di Papanggo tunjukan hasil perkembangan surat Polsek Tanjung Priok. (dok)

PAPANGGO, JAKUTNEWS – Bermaksud hendak meredam perselisihan paham warga penghuni Apartemen Metro Sunter, Papanggo, seorang wartawan Media Nasional Sorot Keadilan dianiaya oleh oknum RT 03/RW 11 Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta utara.

Peristiwa itu terjadi di Aula Apartemen Metro Sunter, Jumat (28/9/2018) malam, saat berlangsung rapat warga yang dihadiri oleh beberapa RT, dan warga penghuni Apartemen. Kejadian dipicu saat seorang wanita peserta rapat mengabadikan gambar.

Melihat ibu tersebut mengambil gambar, penyelenggara rapat dalam rangka peremajaan RW pun melarang untuk mengabadikan gambar dari acara yang sedang berlangsung. Penyelenggara rapat dinilai menegur dengan kasar dan tidak sopan membuat ibu berinisial N merasa dipermalukan.

N akhirnya menghubungi suaminya, dan datang bersama Toni Salim, seorang wartawan Sorot Keadilan yang kebetulan berdomisili di Apartemen tersebut.

Toni Salim mempunyai firasat kelokasi rapat karena khawatir akan terjadi perkelahian. Ia bermaksud meredam dan suasana saat itu memanas. Cekcok mulut pun terjadi antara suami N dan oknum. Toni yang sempat melerai diluar dugaan oknum pria berinisial SJ Alias A, Ketua RT 03 melayangkan pukulan tepat pada sekitar kuping sebelah kiri Toni Salim. Akibatnya berdampak pada gangguan pendengaran dan beberapa kali Toni mengalami muntah darah.

Merasa tidak terima Toni Salim melaporkan perstiwa penganiayaan tersebut ke Polsek Tanjung Priok dengan No. laporan STP/576/25YAN/IX/2018 S.Tpk.

“Sampai sekarang kepala dibagian telinga saya masih sakit, dan bila saya batuk mengeluarkan darah. Sebelumnya saya tidak pernah mengalami ini, sejak di pukul saja,” ucap Toni, Jumat, 5/10/2018.

Ia menyayangkan peristiwa yang menimpanya harus terjadi terlebih SJ merupakan orang yang dia kenal dengan dekat.

“Penganiyaan yang dilakukan oleh oknum RT ini sangat tidak terpuji karena seharusnya menjadi pelayan masyarakat dan mengayomi masyarakat. Ini malah bertindak anarkis, etikanya tidak pantas. Tidak bisa didiamkan harus di proses secara hukum dan dia harus di pecat,” timpal pimpinan redaksi Media Nasional Sorot Keadilan, Andi Mulyati Pananrangi mendampingi Toni.

Ia mendesak pada Ketua dan pengurus RW 11 agar segera menuntaskan kasus tersebut dan menuntut agar merekomendasikan untuk diberhentikan oknum RT terkait dari jabatannya.

“Bapak Lurah Papanggo dan Pak Walikota Jakarta Utara harus mengetahui oknum RT yang menjadi binaanya ini. Ini sudah membuat citra jajaran walikota buruk saya mendesak segera mengambil sikap atas peristiwa kejadian itu tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Sementara itu, SJ oknum terkait hingga berita ini diturunkan blom dapat di konfirmasi. Demian pula Lurah Papanggo Maryono saat dikonfirmasi di kantornya di Jl. Bisma, Jumat (5/10/2018), tidak ada di tempat, dihubungi pun tidak tersambung.

Sebagaian berita ini bersumber kabarsbi.com

Leave a Reply