Panwaskot Jakut Dinilai Gagal, Tim Seleksi Bawaslu DKI Diminta Tidak Loloskan

Panwaskot Jakut Dinilai Gagal, Tim Seleksi Bawaslu DKI Diminta Tidak Loloskan

Harri Langitan

TANJUNG PRIOK – Aktivis menilai panitia pengawas kota (Panwaskot) Jakarta Utara yang dianggap gagal dalam pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta, April lalu, tidak lagi diloloskan dalam perekrutan panwaskot pemilihan umum presiden (Pilpres) dan pemilu legislatif (Pileg).

“Saat ini sedang tes tertulis, saya harap calon paswakot Jakarta Utara yang sebelumnya menjadi panwaskot dalam pilkada DKI Jakarta tidak diloloskan. Calon panwaskot harus terlepas dari kepentingan partai dan ormas partai peserta pemilu 2019,” kata Hari Langitan, Senin, 11/7/2017.

Menurutnya, dari sekian calon, nama yang lulus administrasi terdapat nama-nama yang terindikasi pernah terlibat Parpol dan atau Ormas pendukung Parpol tertentu. Juga, kata dia, beberapa nama incumbent yang pernah terlibat Pilkada DKI 2017 banyak dinilai orang gagal menciptakan wasit Pilkada yang adil.

“Mereka waktu menjadi wasit pilkada tidak berani menindak pelanggaran pidana pemilu, itu alasannya. Jika dipertahankan orang-orang yang seperti itu, rasanya sulit menciptakan Pileg dan Pilpres 2019 yang akan datang lebih berkualitas. Saya harap panitia seleksi panwas dapat menunjukan integritasnya terhadap peserta calon panwas, terlepas ada dugaan kepentingan orang kuat yang merekomendasikan mereka,” tandas warga Kebon Bawang itu.

Ia berharap pileg (DPRD, DPD, DPR) dan pilpres 2019 dapat berlangsung aman dan tertib karenanya perlu panwaskota diisi oleh orang-orang yang berintegritas tinggi dan terlepas dari pengaruh partai politik dan ormas partai.

“Jangan sampai kejadian pada pilkada lalu terulang kembali pada pileg dan pilpres mendatang. Kami ingin pesta demokrasi yang jujur dan adil karenanya diperlukan wasit tegas, jujur dan tidak mudah terpengaruh,” pungkasnya.

Informasi yang didapat jakutnewscom, sebanyak 123 nama lulus penelitian berkas administrasi, beberapa diantaranya berasal Jakarta Utara. Selanjutnya peserta diminta mengikuti tes tertulis pada hari Senin Tanggal 10 Bulan Juli Tahun 2017, Pukul 09.00 WIB, bertempat di Gedung Graha Mental Spiritual, Jl. KH Mas Mansyur, Gg. Awaludin II, RT.02 RW.17 Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Belakang Kantor Kecamatan Tanah Abang).

“Peserta diharapkan hadir 30 menit sebelum Tes Tertulis dimulai dan membawa identitas (KTP atau SIM). Tanggapan masyarakat terhadap calon anggota Panwas Kab/Kota se-DKI Jakarta yang lulus penelitian berkas administrasi dapat disampaikan kepada Tim Seleksi,” kata Ahsanul Minan, Ketua Tim Seleksi Calon Panwaskab/Kota Se-DKI Jakarta dalam situs resmi bawaslu DKI Jakarta. (jay/r)

Leave a Reply