Pelajar Tewas Tenggelam di Danau Sunter, Pengelola: Kan Ada Satpol PP

Pelajar Tewas Tenggelam di Danau Sunter, Pengelola: Kan Ada Satpol PP

Petugas angkat jenasah korban untuk di bawa ke RSCM. (dok)

SUNTER JAYA, JAKUTNEWS – Seorang pelajar SMP meninggal dunia setelah tenggelam saat bermain mandi -mandian di Danau Sunter Selatan, Sunter Jaya, Jakarta Utara, Sabtu, 22/9/2018, sekitar pukul 13.30 WIB.

Pelajar 14 tahun, warga Utan Panjang, Kemayoran Jakarta Pusat, datang bersama 11 temanya ke danau. Menurut temanya korban tidak dapat berenang di danau.

R salah seorang teman korban mengatakan ia datang ke danau sebenarnya bukan untuk berenang. Dan dari 11 temanya hanya 4 orang yang berenang.

“Tiba tiba (korban) berenang, teman kami sempat menolong namun karena tidak kuat mengangkat (korban) hingga semakin tenggelam,” kata R, 14, warga Utan Panjang, di lokasi kejadian Danau Sunter Selatan.

Ia mengaku tidak ada orang yang melarang dia dan teman temanya berenang di Danau Sunter Selatan.

“Saya tau ada larangan berenang, saya liat plang larangan. Tapi saat kami berenang tidak ada orang yang melarang,” ungkapnya.

D teman korban lainnya membenarkan bahwa dirinya sempat melakukan pertolongan.

“Saya sempat narik menolong teman saya yang tenggelam tapi tidak kuat mengangkat. Ya saya sedih,” akunya.

Pihak kepolian setempat pantauan situs ini berada di lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi dan menghubungi keluarga korban. Selanjutnya polisi mengirim jenazah ke RS Cipto Mangunkusumo.

Pelajar Tewas Tenggelam di Danau Sunter, Pengelola: Kan Ada Satpol PP

Plang larangan awas berbahaya di Danau Sunter Selatan. (dok)

Sementara itu, Endang Muchtar, pengurus, Danau Sunter Selatan melalui Koperasi Pembina Profesi Olahrga Perairan (KPPOP)  mengaku tidak mengetahui saat peristiwa itu terjadi.

“Kebetulan hari ini tidak ke Danau Pak, masih acara diluar kira-kira kejadian apa Pak, sebentar saya tanya di Gruop WA Danau Sunter,” ucap Endang.

“Ya betul Pak ada korban jiwa di Danau. Anak -anak mandi, umur 14 thn, tenggelam, TKP di dekat dermaga bebek yang lama, kejadian jam setengah 2 siang,” jelasnya melalui pesan whatsapp, Sabtu, 22/9/2018.

“Anak itu lagi mandi, sayang disitu ada Pos Pengamanan Satpol PP tapi tidak pernah melarang kalau ada anak-anak mandi di Danau. Disekitar danau tersebut sudah diberi tanda tidak boleh berenang, untuk Petugas Pengawasan Danau kita tidak bentuk kecuali kalau ada kegiatan di Danau seperti latihan Ski Air dll. Danau bukan tempat berenang dan sering kita ingatkan,” dalih Endang.

Lebih jauh menurutnya, untuk dimaklumi bahwa danau ini cukup luas dan pihaknya mengaku sudah himbau hal tersebut dengan cara memasang papan larangan berenang di danau karena dalam.

“Pengelola sebenarnya dalam kerja sama sewa menyewa hanya pada sebagian dari tanah darat yg ada ditepi Danau. Sedang di Air Danau itu apabila ada kegiatan olah raga Perairan seperti Ski Air maka kalau kegiatan latihan dari Pihak Ski Air menyiapkan Tenaga Pengawasan dan Pengamanan selama latihan, kerena keterbatasan tenaga dan biaya. Makanya kami bersyukur di Danau setiap hari dari Walikota Jakarta Utara menyiapkan tenaga Satpol PP sebanyal 5 orang. Saya harap keberadaan Pol PP bisa berperan ikut serta mengamankan,” beber dia.

“Kami belum pernah membuat permohonan kepada Pak Walikota, hanya sejak bulan Januari 2018 ditempatkan Petugas Pengamanan dari Satpol PP siang dan malam berjaga/bertugas rata-rata 5 orang kan cukup banyak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Satpol PP yang berada di lokasi kejadian kepada situs berita ini mengaku sudah mengingatkan korban dan temanya untuk tidak berenang. Meski begitu pihaknya tidak dapat mencegah dan mengawasi mereka (anak -anak) karena merupakan kewenangan pengelola. (kabarsbi)

Leave a Reply