Pelajar Terancam Gagal Daftar Universitas Negeri, Ini Kisahnya..

Pelajar Terancam Gagal Daftar Universitas Negeri, Ini Kisahnya..

Ilustrasi/net

PENDIDIKAN – Upik Susanti (19) seorang pelajar berdomisili di lingkungan RW 05 Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara menceritakan kisahnya yang terancam tidak dapat diterima pada Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta.

Pasalnya, Upik terkendala kelengkapan administrasi pendaftaran seperti KTP (Kartu Tanda Penduduk) milikinya, yang masih menggunakan Suket (Surat Keterangan) yang dikeluarkan kelurahan setempat namun tidak tertera foto dirinya.

“Bulan 6 (Juni) mendatang sekolah perguruan tinggi negeri akan menerima mahasiswa baru. Saya sudah pernah mendaftar disalah satu perguruan tinggi pemerintah namun ditolak karena KTP atau Suket saya tidak ada foto diri saya,” kata Upik Susanti, saat menyampaikan keluh-kesahnya kepada wartawan, Rabu, 26/4/2017.

Ia mengaku sudah berupaya memperbaiki e-KTP dikelurahan setempat namun pihak kelurahan belum juga dapat mencetak fisik e-KTP, maupun Suket yang tertera foto dirinya. Dikarenakan seluruh layanan kelurahan di DKI Jakarta hingga kini belum dapat mencatak fisik e-KTP karena terkendalan dari pihak DDN (Departemen Dalam Negeri). Suket adalah pengganti resmi e-KTP.

“Saya jadi bingung Pak, kalau sampai tanggal 5 Mei 2017 nanti e-KTP saya belum juga jadi sementara Suket saya di tolak karena tidak ada fotonya. Itu artinya peluang saya akan sirna menjadi mahasiswa di perguruan tinggi pemerintah,” tuturnya.

Padahal, kata dia, dapat menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri merupakan impian dirinya dan keluarga. Karenanya, ia berharap perguruan tinggi pemerintah tidak mempersoalkan masalah KTP dalam bentuk Suket yang dikeluarkan pemerintah DKI Jakarta.

“Saya berharap semua perguruan tinggi negeri dapat lebih bijak dalam hal KTP-Suket, jangan karena Suket yang tidak ada fotonya impian kami gagal,” harapnya.

“Saya juga heran kenapa Suket digunakan untuk Pilkada DKI saja tidak ada masalah. Ini untuk mendaftar sekolah malah jadi masalah. Mudah-mudahan pemerintah dapat lebih mensosialisasikan Suket sebagai pengganti e-KTP yang sah sama seperti KTP pada umumnya,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kasudin Dukcapil) Jakarta Utara, Erik Polim Sinurat, mengatakan Suket yang sudah pernah terekam e KTP sudah otomatis foto akan keluar.

“Kalau warga itu sebelumnya belum pernah rekam e-KTP artinya belum pernah melalui proses uji ketunggalan dari Dirjen di Departemen Dalam Negeri hasil cetakan Suket belum bisa keluar yang ada barkot maupun foto orang terkait. Kalau seperti ini harus melalu dirjen terlebih dahulu,” jelasnya.

Ia mengaku tidak dapat memastikan bila diperbaiki Suket yang dimaksud akan dapat berubah seperti diharapkan warga. Karena menurutnya, harus melalui uji dirjen yang bukan wewenang dirinya.

“Coba saja cek lagi datanya di kelurahan terkait mudah-mudahan saja sudah ada perubahan. Kalau dari dirjen sudah, otomatis langsung terkoneksi dengan unit Dukcapil,” imbuhnya.

“Mengenai fungsi dari Suket itu sendiri sebenarnya sama dengan e-KTP. Sesuai surat Menteri Dalam Negeri tahun 2012, bahwa kepada penduduk yang telah melakukan perekaman KTP Elektronik diserahkan Suket yang berfungsi sebagai pengganti KTP sampai dengan yang bersangkutan menerima KTP Elektronik,” demikian Erik Polim Sinurat. (jay/rkn/r)

Leave a Reply