Pelangi di Danau Sunter Jakarta

Pelangi di Danau Sunter Jakarta

Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (dok/m)

SUNTER JAYA – Umumnya pelangi terjadi ketika sinar matahari dan hujan saling bereaksi dengan cara alaminya. Fenomena alam yang satu ini memang sangat menarik perhatian karena membentuk warna-warni indah yang berada sejajar dan melengkung di langit tak sedikit dari orang mengambil inspirasi dari kejadian itu.

Hal itu mirip tergambar pada pelangi di Danau Sunter Selatan (DSS), Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Meski bukan pelangi sungguhan namun keberadaan pasukan pelangi sebutan bagi tim pekerja harian lepas dari berbagai instansi pemerintah Jakarta Utara belakangan ini bereaksi mewarnai program penataan kawasan DSS.

Penataan DSS yang dimulai sejak 18 Januari 2018 sebagai garda terdepan melibatkan tim orange (PPSU dan Sudin Lingkungan Hidup), tim kuning (Sudin Bina Marga) tim biru (Sudin Sumber Daya Air), tim hijau (Sudin Pertamanan), dan tim abu-abu (Sudin Perindustrian dan Energi/PJU).

Tim tersebut berbaur satu menjadi tim pelangi danau sunter di tunjang dengan tiga pilar dan dibawah kendali Walikota Jakarta Utara Husein Murad dan Wakil Walikota Junaedi.

Aksi tata bersih danau sunter tak sedikit mengundang perhatian warga Jakarta dan pengadara umum melintasi area penataan yang akan di jadikan event akbar Festival Danau Sunter Selatan. Event tersebut akan di hadiri Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno serta Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti, pada 25/2/2018 mendatang.

Meski banyak lika-liku terjadi saat penataan itu berlangsung pemerintah Kota Jakarta Utara menganggap itu hal yang biasa dalam sebuah program pemerintah DKI. Bak “pelangi” yang timbul akibat adanya lika-liku kepentingan penataan yang diharapkan ending akhirnya pihak terkait saling evaluasi demi kebaikan bersama, manfaat semua pihak, dan Jakarta Utara yang lebih maju.

Pelangi di Danau Sunter Jakarta

Husein Murad. (dok)

Hingga minggu ke lima penataan danau sunter sudah mencapai 60 persen seperti di katakan Walikota Husein Murad, Senin, 12/2/2018. Kini, kata dia, Danau Sunter Selatan terus dikebut, sekitar 250 pasukan pelangi di turunkan setiap hari guna percepatan pembangunan penataan yang prioritas pada pedestarian, trotoar, turap, penghijauan dan penerangan di lokasi tersebut.

“Semua tim lapangan SKPD/UKPD terlibat di penataan ini. Tim pelangi ini terus bekerja hingga dua sift pertama mulai pukul 08 sampai 15.00 WIB dan yang sift kedua mulai pukul 15.00 sampai pukul 10 malam,” kata Husein Murad.

Konsep penataan danau sunter di jelaskan Husein harus terbuka agar mudah diakses oleh publik. Semua orang, semua lapisan masyarakat diharapkan dapat menikmati suasana danau dengan aman, nyaman dan indah.

Potensi danau sunter yang ada, kata Husein, mantan Camat Pasar Rebu dan Wakil Walikota Jakarta Timur itu, tetap di berdayakan seperti olahraga perairan antara lain sky air, selam dan dayung.

Sementara potensi lainnya seperti UKM (pedagang kecil) di bawah payung koperasi danau sunter ditata dengan rapih jauh dari suasana sebelumnya.

“Untuk UKM (pedagang) kami akan tata area usahanya lebih nyaman, rapih dan bersih. Tujuannya agar masyarakat yang suka kuliner datang ke danau sunter merasa enak dan nyaman. Demikian juga kepada masyarakat yang hobi mancing, semuanya akan kami tata sehingga danau ini menjadi nyaman dikunjungi dan menjadi pusat wisata keluarga di tengah kota,” jelas Husein.

Pria 58 tahun asal Lampung itu, menginginkan seminggu sebelum hari H event festival penataan DSS mendekati target maksimal guna mempersiapkan diri pelaksanaan festival.  (jur/r)

Leave a Reply