Pemkot Jakut Diminta Tegas Tindak Reklame di Trotoar

Pemkot Jakut Diminta Tegas Tindak Reklame di Trotoar

Reklame bahan kain dengan kontruksi besi bertengger di Jalan Danau Sunter Selatan. (dok)

TANJUNG PRIOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara diminta tegas menindak sejumlah reklame media luar bahan kain yang kian marak. Pasalnya reklame tersebut berdiri di lahan fasilitas umum (Fasum) milik Pemda DKI seperti di pedestrian atau trotoar dan jalur hijau di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

“Pemerintah Jakarta Utara harus adil, harus berani bertindak tegas terhadap siapa saja pelaku usaha yang memanfaatkan jalur hijau atau trotoar untuk kegiatan bisnis. Jangan hanya pedagang kaki lima (PKL) saja yang di tindak sementara pelaku usaha lainnya seakan didiamkan,” kata Manto, 35, salah seorang warga Sunter, Rabu, 11/10/2017.

Menurutnya, keberadaan reklame di Jalan Danau Sunter Selatan, Jalan Danau Sunter Tengah dan Jalan Danau Permai Raya diduga telah melanggar ketentuan dan mengganggu estetika kota.

“Saya punya saudara dilarang jualan di trotoar atau di jalur hijau ditertibkan tanpa ampun, katanya mengganggu keindahan kota. Coba itu reklame di bongkar juga dong, dugaan saya tidak memiliki izin karena tidak ada stiker pajaknya,” pungkas dia.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Unik Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah (UPPRD) Kecamatan Tanjung Priok, Budi, mengaku baru mengetahui adanya informasi kegiatan reklame media luar di wilayah tugasnya.

“Kami akan cek lapangan, kalau memang tidak berizin dan tidak membayar retribusi kami akan bersurat kepada PTSP dan Satpol PP agar dilakukan penertiban. Media luar yang menggunakan pedestrian jalan dan jalur hijau seharusnya tidak dibolehkan lagi,” tandasnya. (jut/r)

 

 

Leave a Reply