Pemkot Jakut Memburu Kewajiban Pengembang

Pemkot Jakut Memburu Kewajiban Pengembang

Begini kondisi jalan pergudangan, Jl. Agung Karya, Jakarta Utara. (dok/g maps)

TANJUNG PRIOK – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara terus mengejar kewajiban fasilitas soial dan fasilitas umum ( Fasos-fasum) dari para pengembang, pemegang Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) di wilayah Jakarta Utara.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara, Suroto, menegaskan kepada para pengembang yang belum menyerahkan kewajibannya untuk segera melaksanakannya.

“Dengan belum diserahterimakannya aset fasos fasum dari pengembang ke pemerintah maka menghambat upaya perbaikan infrastruktur yang menggunakan dana APBD. Kasihan warga yang sudah membayar pajak tapi belum bisa merasakan pembangunan infrastruktur di wilayahnya karena terhambat dengan aset yang belum diserahterimakan,” tandas Suroto, Selasa, 7/8/2018.

ia bertekad untuk menjalin komunikasi dan menyelesaikan hambatan yang terjadi. Tujuannya untuk mempercepat kewajiban pengembang menyerahkan aset fasos/fasum.

“Adanya komunikasi dua arah yang terjalin dengan baik maka hambatan itu akan terselesaikan. Kami tindak lanjut untuk mencari solusi agar apa yang menjadi kewajiban pengembang terkait aset fasos fasum bisa secepatnya diserahterimakan ke Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara,” pungkas Suroto didampingi Kepala Bagian Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Muhammad Harmawan.

Pantauan situs berita ini sejumlah jalan rusak cukup parah di kawasan pergudangan Blok O Sunter Jaya, Jalan lingkungan RW 12 Sunter Agung, Jalan Agung Karya Papanggo. Kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama diduga pengembang belum serahkan kewajiban aset fasos/fasum kepada pemda terkait. (jutari/r)

Leave a Reply