Pemprov DKI Gulirkan KJMU, Ratusan Mahasiswa Gratis Kuliah

Pemprov DKI Gulirkan KJMU, Ratusan Mahasiswa Gratis Kuliah

Ilustrasi/net

PENDIDIKAN – Tahun ini, Pemprov DKI mulai menggulirkan program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Sebanyak 594 pelajar bakal kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh Indonesia.

Digulirkannya program KJMU , membuat Erwan, siswa SMAN 50 Jakarta, sumringah. Melalui program itu mimpinya menimba ilmu di PTN bisa terwujud. Erwan antusias untuk mengikuti program KJMU ini.

Ia mengaku hasrat keinginan untuk berkuliah di perguruan tinggi negeri sangatlah tinggi. Namun lantaran keterbatasan biaya dirinya mengurungkan niat untuk melanjutkan kuliah. “Kalau benar tahun ini digulirkan saya siap ikut bersaing memperebutkan satu jatah beasiswa itu. Semoga saya lolos seleksi,” tutur Erwan berharap.

Pasca-lulus SMA, Erwan enggan mengikuti seleksi penerimaan perguruan tinggi negeri karena tak punya biaya. “Kalau seandainyapun diterima saya bingung biaya dari mana. Meski di perguruan tinggi negeri kan tetep butuh biaya. Kalau ada beasiswa seperti ini saya akan coba ikut seleksi,” ucap dia.

MASUK APBD

Kepala Dinas Pendidikan DKI, Sopan Andrianto mengatakan, anggaran KJMU sudah masuk di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2017. “Anggarannya untuk tahun ini sekitar Rp58 miliar, jumlah pesertanya lebih kurang 594 orang,” paparnya, Senin (30/1).

Sopan mengatakan, 594 peserta ini merupakan siswa SMA yang diterima di 46 perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Dalam program ini, penerima program KMJU mendapatkan Rp18 juta/tahun atau Rp9 juta/semester.

Menurut Sopan, jumlah penerima KJMU bisa saja bertambah seiring dengan penerimaan mahasiswa baru nanti. “Kalau nanti semakin banyak diterima di PTN, dananya disiapkan,” ucapnya seraya menjelaskan, selama ini program KJMU sudah membantu warga kurang mampu.

Saat ini sedang ada pembahasan untuk menambah besar dana KJMU, sesuai dengan keinginan Ahok, Gubernur non-aktif DKI Jakarta. Sebab, besar kebutuhan mahasiswa di tiap PTN berbeda-beda. “Akan disesuaikan dengan kampus atau jurusannya, kan tidak mungkin kuliah kedokteran sama dengan manajemen,” tandas Sopan.

(poskotanews.com)

Leave a Reply