Penghuni Rusunawa Terancam Diusir

Hunian Rusunawa Marunda, Jakarta Utara. (dok/ist)

BALAI KOTA – Ribuan penghuni rumah susun sewa (Rusunawa) di Jakarta yang termasuk di dalamnya adalah warga relokasi penertiban kawasan kumuh terancam diusir, karena tunggakan. Dari data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman ada sekitar 6.514 unit yang dihuni oleh penghuni relokasi menunggak bayar sewa rusun.

Terkait permasalahan itu, Kepala Dinas Perumahaan Rakyat dan Kawasan Permukiman pemprov DKI, Agustino Darmawan mengatakan, pihaknya hanya melakukan tugas sesuai prosedur.

“Pokoknya yang melanggar kita tertibkan. Yang jelas kami hanya lakukan sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya di Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman di Jalan Jati Baru, Jakarta, seperti di kutip rmoljakarta.com, Kamis, 10/8/2017.

Lebih lanjut, dikatakannya, ada aturan yang harus dijalankan bagi penunggak sewa rusun.

“Kita beri surat teguran pertama, kedua untuk melakukan pembayaran. Jika tidak, kami melakukan penyegelan. Apabila tidak ada itikad baik, maka kita minta dengan sukarela mengosongkan,” tandasnya.

Sementara itu, Milla, salah seorang warga Rusun Marunda, Jakarta Utara membenarkan banyaknya penghuni rusun yang mengalami tunggakan pembayaran sewa huniannya. Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan tunggakan tersebut.

“Memang saya mendengar banyak penghuni Rusun Marunda mempunyai tunggakan nilainya Rp 2 juta sampai Rp 10 juta, secara keseluruhan di rusun Marunda penunggak totalnya mencapai Rp 10 miliar, itu yang saya dengar saat pertemuan. Faktor penyebabnya ada yang malas bayar ada pula yang memang benar-benar tidak mampu untuk membayar, itu yang saya tahu,” tutur dia.

Meski begitu, kata wanita berkerudung penggiat lingkungan di rusun marunda itu, pemda DKI atau pengelola rusun sudah memberikan kebijakan-kebijakan kepada para penghuni rusun yang mengalami kesulitan dalam pembayaran.

“Yang saya tahu bila mereka mengalami kendala pembayaran akan di minta pernyataan dan selanjutnya diminta untuk mencicilnya. Kami sebagai penghuni rusun berharap pemda dapat terus memberikan kebijakan kepada mereka yang benar-benar tidak mampu membayar,” harapnya. (jay/r)

Leave a Reply