PN Jakut Kembali Gelar Sidang Pemalsuan Dokumen

PN Jakut Kembali Gelar Sidang Pemalsuan DokumenPENGADILAN – Sidang lanjutan terdakwa Ali Fitri bin Abdullah, digelar di pengadilan negeri Jakarta Utara pada Rabu (25/7/2018) dalam agenda keterangan saksi yakni, Farlan Siringoringo (43) warga Jaktim dan Mou Cheng (32) wakil Direktur Lapan International adalah warga China dan didampingi penterjemah bahasa mandarin ke Indonesia atau sebaliknya.

Sidang diketuai majelis hakim Joo Tje Sampaleng SH dan tampil sebagai Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Theodora Marpaung SH.

Saksi Mou Cheng mengatakan pada majelis hakim bahwa dirinya pernah diperiksa di kepolisian pada awal tahun 2018 dan lupa tanggalnya kata saksi melalui penterjemahnya. Lebih lanjut, kata sakis, setelah datang ke Indonesia baru tahu ada pemalsuan tanda tangan dan surat pada dokumen perusahaan.

Lanjut saksi, tahu dari surat pemohonan pembayaran. Kata saksi pada JPU bahwa yang memalsukan dokumen adalah terdakwa Ali Fitri. Menurut saksi yang dipalsukan tanda tangan dan stempel, orang yang dipalsukan tanda tangan itu sudah di design atau kembali ke China dan selanjutnya secara diteil tidak tahu jelas dari ketiga perusahaan itu.

Terkait surat itu yang dibaca saksi bahwa se harusnya dana itu masuk ke PT Lava HoAndroid
tapi tidak masuk dananya PT Lava Hongkong yang di Hongkong.

Penyimpangannya, kata JPU pada saksi seharusnya pembayaran itu masuk ke PT Lava Hong Kong bukan ke PT Tiga Nusa.Tambah saksi, bahwa diketahui masalah ini di HongKong bahwa ada 4 nota penagihan sebesar Rp 4,6milyar lebih.

Selanjutnya majelis hakim minta pada JPU terkait dengan akta perusahaan yang asli dan hasil Lab Kriminal surat yang dipalsukan tapi JPU tidak dapat menunjukkannya, kata majelis hakim pada JPU untuk apa kita bahas pasal 263 kalau yang dihadirkan sekarang hanya foto copy, agar dipersiapkan JPU data asli akta perusahaan dan yang lainnya.

Selain itu juga kata majelis hakim bahwa saksi kenal dengan Okh Shiang Bing adalah direktur PT Lava di Jakarta yang akan diganti oleh saksi dan dia yang mengatakan bahwa atas permintaan terdakwa Ali Fikri dana di transfer ke PT Tiga Nusa Sekawan, kata saksi Mou Cheng pada majelis hakim.

Selanjutnya kata saksi Mou Cheng pada penasehat hukum terdakwa bahwa dirinya bekerja di PT Lava Hongkong sejak 2014dn di Indonesia sebagai Main Direktur dan memiliki akta penunjukkan sebagai direktur.

Tambahnya bahwa diketahui ada kerugian sebesar Rp 4,6 millyar itu di Hong Kong dan di Indonesia pada bulan 3/ 2018 menjabat sebagai Main Direktur,ujarnya lagi pada penasehat hukum terdakwa.

Saksi manager keuangan PT Lava di Indonesia yakni, Farlan Siringoringo, mengatakan pada JPU bahwa yang mengurus penagihan PT Lava Hong Kong ke PT Avansah Mandiri yakni, PT PT Avansah bayar ke PT Lava HongKong tapi masuk ke Rek PT Tiga Nusa atas email yang dilakukan terdakwa, katanya lagi.

Terdakwa sebelumnya didakwa JPU atas dugaan dakwaan berlapis yaitu, Pasal 378 KUHP, 374 KUHP dan Pasal 263 KUHP, terancam 6 Tahun pidana penjara.(benny ps/r)

Leave a Reply