Polres Pelabuhan Musnahkan Barang Haram Narkoba Rp 11 Miliar

Polres Pelabuhan Musnahkan Barang Haram Narkoba Rp 11 Miliar

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok berikan keterangan media. (dok/mtr)

PELABUHAN (TANJUNG PRIOK) – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Eko Hadi Santoso, memusnahkan 18 ribu pil ekstasi dan 5 kg narkotika jenis sabu senilai total Rp 11 miliar. Barang tersebut merupakan pengungkapan dari 6 (enam) laporan polisi dari 3 (tiga) rangkaian peristiwa dalam upaya kepolisian memerangi Narkoba dengan 6 (enam) orang tersangka pria.

“Enam orang tersangka ini kita kenakan Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup, minimum penjara 6 tahun,” ujar Kapolres AKBP Eko Hadi Santoso saat rilis di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).

“Ekstasi ini ada 18 ribu butir. Satu butirnya itu mereka jual seharga Rp 300-500 ribu, kita ambil estimasi terendah Rp 300 ribu dikalikan 18 ribu sudah hampir sekitar Rp 4 miliar. Kemudian yang sabu 1 gramnya sekitar Rp 1,4 juta, sedangkan ini kita amankan 5 kg. Bisa dibayangkan kerugian kesehatan mental dan ekonomi bangsa yang cukup besar,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Alrasyidin Fajri menambahkan bahwa enam tersangka ditangkap dalam tiga kasus berbeda. Ketiganya ditangkap pada April 2018.

Pertama ditangkap tersangka FE pada Senin (2/4) di Terminal Pelabuhan Pelni, Tanjung Priok. Dari tersangka ini polisi menemukan seberat 4 kg sabu.

“FE berangkat dari Pontianak menggunakan Kapal Motor Lawit. Modusnya dengan menggunakan tas jinjing warna cokelat. Ada saat itu kita sudah mendapatkan informasi dan bersama stakeholder terkait, baik satuan kerja maupun lintas sektoral, kita bersama-sama melakukan penangkapan,” ucap Fajri.

Selanjutnya 1 kg sabu lainnya disita dari tersangka HA di Cilincing pada Sabtu (21/4). Fajri menyebut tersangka ini tidak ada kaitannya dengan FE.

Diketahui tersangka HA telah menyebarkan barang tersebut ke Bandung hingga Pekalongan.Kita juga dapat penyelidikan dari lintas provinsi, karena menurut BAP, dia (HA) sudah menyebarkan ke Bandung dan Pekalongan. Ini tidak ada jaringan dengan FE,” jelas Fajri.

Lalu pada Kamis (26/4), polisi menyita 18 ribu pil ekstasi. Modusnya dalam kasus ini, empat tersangka berinisial MAA, MR, AP, dan A memasukkan pil tersebut ke dalam korset.

“Modusnya dengan menggunakan korset. Jadi narkotikanya ditaruh di dalam korset. Dia juga menempelkan di bagian-bagian tubuh yang vital,” ucap Fajri.

Dalam penyelidikan mereka berempat mengaku hanya sebagai kurir yang dikendalikan oleh satu orang. Saat ini polisi masih melakukan pencarian terhadap DPO tersebut.

“Dia dikendalikan oleh DPO atas nama DR. Untuk sementara masih dikembangkan untuk dilakukan penangkapan. Tidak ada jaringan internasional. Dia jaringan Banjarmasin-Tanjung Pinang-Jakarta,” tuturnya.

Polisi menyisihkan sebagian kecil barang bukti untuk dihadirkan ke pengadilan. Saat ini polisi pun sudah melimpahkan kasus keenam tersangka itu ke Kejaksaan Negeri Jakarta Utara. (mtr/r)

Leave a Reply