Program IMB 3 Jam Jadi di Penjaringan Tidak Diminati Warga

Program IMB 3 Jam Jadi di Penjaringan Tidak Diminati Warga

Kepala PTSP Kecamatan Penjaringan Joko serahkan IMB 3.0 Kepada Djuliadi Tanudjaja, warga Kapuk Muara. (foto: fbptsp)

PENJARINGAN – Badan Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) DKI Jakarta beberapa bulan lalu mencanangkan program pelayanan Izin Mendidikan Bangunan (IMB 3.0) atau tiga jam jadi. Prgoram tersebut selain dianggap kurang sosialisasi juga kurang mendapatkan apresiasi masyarakat.

“Kami tidak tahu ada program urus IMB jadi dalam waktu tiga jam. Apa iya betul seperti itu, saya baru dengar, setahu saya bikin IMB itu syaratnya banyak harus ada sertifikat juga. Kalau tidak ada sertifikat tidak bisa bikin IMB,” kata Maman, 45, pria yang mengaku warga Pejagalan, Kamis, 19/10/2017.

“Kalau bisa syaratnya dipermudah dan jangan hanya dua lantai tapi harus tiga lantai karena sekarang rumah tinggal sudah bisa untuk tiga lantai,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Unit Satuan Pelaksana PTSP Kecamatan Penjaringan, Joko.S, membenarkan adanya program pelayanan IMB tiga jam langsung jadi. Meski begitu hingga kini, kata dia, pihaknya baru menerbitkan satu buah IMB.

“Syarat untuk mendapatkan layanan IMB tiga jam langsung jadi itu ada bebera hal. Pertama untuk luas tanah 200 meter kebawah, kedua ketinggian bangunan hanya dua lantai, ketiga desain gambar bangunan harus mengikuti yang kami tentukan,” kata Joko.

Lebih lanjut, di jelaskannya, pemohon tidak dapat dikuasakan untuk mendapatkan layanan IMB tiga jam, jadi harus mengurus sendiri.

“Selain itu khusus untuk layanan IMB tiga jam, semua dokumen persyaratan maupun kelengkapan seperti KRK (Ketetapan Rencana Kota) dan gambar sudah disiapkan oleh pemohon. Kalau sudah lengkap kami langsung proses dapat di tunggu 3 jam jadi. Sejauh ini kami sudah terbitkan satu produk program tersebut,” ungkapnya.

“Ya baru satu saja, kalau pemohon IMB reguler itu banyak. Karena kebanyakan pemohon sperti mengurus IMB rumah tinggal karena untuk ketinggian tiga lantai. Sementara kalau IMB tiga jam jadi hanya untuk dua lantai,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanaman Modal dan PTSP DKI, Edy Junaedi, mengatakan pemangkasan waktu dalam penerbitan IMB dalam waktu 3 jam sebagai komitmen pelayanan pada warga. Dan bagian dari cara BPMPTSP DKI untuk mengajak warga Jakarta agar mengurus sendiri perizinan di Loket PTSP.

Dia menambahkan layanan IMB 3.0 atau urus IMB dalam waktu 3 jam dapat dilakukan pada seluruh Unit Pelaksana PTSP (UP PTSP) Kecamatan.

“Ini kami lakukan sebagai nilai tambah bagi warga jika mengurus sendiri perizinannya di loket PTSP terdekat tanpa menggunakan kuasa atau perantara,” ujarnya seperti di kutip media. (jut/r)

Leave a Reply