Puluhan Warga Kalibaru Kawal Sidang Pungli Koperasi TPI

Puluhan Warga Kalibaru Kawal Sidang Pungli Koperasi TPI

Lapisan masyarakat Kalibaru siap menuju PN Jakarta Utara. (dok)

KALIBARU – Puluhan warga Kalibaru mengawal sidang lanjutan kasus pungutan liar di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Massa yang terdiri dari forum RT/RW, tokoh masyarakat, Karang Taruna Kalibaru, dan KNPI Kecamatan Cilincing akan memberi dukungan atas jalannya sidang pungutan liar yang di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Kami dari berbagai lapisan masyarakat Kalibaru siap mengawal jalannya sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang di gelar hari ini, dengan agenda keterangan saksi-saksi. Kami ingin agar sidang dapat berjalan kondusif tanpa adanya pihak-pihak lain yang dapat mengganggu persidangan,” kata Daeng Basri, tokoh masyarakat Kalibaru, Selasa, 6/3/2018.

Sebagai tokoh masyarakat Kalibaru, Daeng Basri, mengaku prihatin atas kasus yang melanda koperasi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Kalibaru. Ia berharap kasus tersebut cepat selesai dengan keputusan hakim yang dapat diterima semua pihak.

“Kehadiran kami dalam persidangan tersebut murni untuk memberikan dukungan jalannya persidangan. Kami ingin Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun Majelis Hakim nantinya dapat memberikan tuntutan atau keputusan yang seadil-adilnya. Biarkan kasus ini berjalan tanpa ada pihak yang melakukan intervensi,” tandanya.

Menurutnya, kasus itu bermula dari adanya kegiatan pungutan diluar batas kewajaran (Pemerasan) yang dilakukan oleh oknum Koperasi Nelayan Sepakat Mandiri TPI Kalibaru. Sejumlah barang bukti, kata dia, seperti karcis senilai Rp 8.000 yang terdapat logo pemda DKI Jakarta berhasil ditemukan pihak Polres Jakarta Utara dan menjadi barang bukti dipersidangan.

“Pemda DKI Jakarta tidak membenarkan karcis itu. Selain itu, pekerja jasa (tukang pikul) dan dorong roli dibayar murah dari 8 ribu mereka hanya mendapatkan Rp 2.100 artinya terlalu kecil upah yang diberikan jasa pikul. Sedangkan pihak koperasi mendapatkan keuntungan yang berlipat,” jelasnya.

Puluhan Warga Kalibaru Kawal Sidang Pungli Koperasi TPI

Daeng Basri

Koperasi Nelayan Sepakat Mandiri, kata daeng, merupakan koperasi milik bersama yang manfaatnya untuk kepentingan bersama-sama warga kalibaru.

“Masalah Koperasi ini menjadi perhatian warga Kalibaru, bahkan Walikota Jakarta Utara menegaskan agar kasus ini dapat diusut secara tuntas hingga ke akar-akarnya,” punkas dia.

Sementara itu, dalam persidangan keterangan dua orang saksi, di Ketuai Hakim Sahlan Effendi dengan hakim anggota Crisfajar Sosiawan dan Hakim Dodong Iman Ruspandi serta Jaksa Penuntut Umum Fredrik.

“Dinas Perikanan sudah tidak mengeluarkan distribusi pemungutan obyek ikan sejak tahun 2015 dan masalah stempel saya tidak pernah lihat. Tugas saya mengecek kapal ikan yang mengurus perizinan kapal ikan. Bahwa pihak pemerintah tidak pernah memberikan kewenangan pada siapapun untuk menagih retribusi dan siapapun yang melakukanya adalah ilegal,” kata salah seorang saksi pada Jaksa. (benny/r)

Leave a Reply