Ratusan Warga Warakas Dapat Pelatihan Penanganan Kebakaran

Ratusan Warga Warakas Dapat Pelatihan Penanganan Kebakaran

Pelatihan penanganan kebakaran di lingkungan kolong tol RW 08 Warakas. (dok)

WARAKAS – Peribahasa kecil api menjadi kawan, besar ia menjadi lawan sepertinya dapat pula diartikan api kecil banyak manfaat sedangkan api besar harus dilawan karena banyak membahayakan.

Asas pemanfaatan api dan penanganan bila terjadi kebakaran inilah yang sedang di galakan melalui simulasikan kepada warga Warakas bekerjasama Lembaga setempat dengan Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara.

Kegiatan simulasi dan sosialisasi penanganan kebakaran di Warakas yang melibatkan semua unsur masyarakat seperti Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Warakas, pengurus RW, RT, dan PKK, mendapat antusias warga. Secara bergantian ratusan warga dari 14 RW di kelurahan Warakas mengikuti pelatihan tersebut.

Menurut Nurjen, anggota LMK RW 06 Warakas juga sebagai koordinator kegiatan pelatihan penanganan kebakaran di Warakas menjelaskan kegitan tersebut atas inisiatif lembaganya untuk menggandeng pihak pemadam kebakaran untuk memberikan pelatihan kepada warga.

Ratusan Warga Warakas Dapat Pelatihan Penanganan Kebakaran

Nurjen

“Wilayah Warakas sebagai wilayah padat penduduk sangat penting untuk memberikan edukasi kepada warga dalam menggunakan api khususnya kaum ibu karena hari-hari mereka membutuhkan api baik dari tabung gas dan lainnya. Biasanya kaum ibu ini kalau sampai terjadi kebakaran (timbul api besar) dari dapur terus panik untuk itu perlu di beri pemahaman agar tidak panik dan mengatasinya,” jelas Nurjen, di halaman kantor Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu, 10/3/2018.

Ia bersama tokoh masyarakat dan Ketua LMK Warakas Zaenal Arifin mengungkapkan kegiatan tersebut sudah berlangsung pertama pada tanggal 9 Februari 2018 di halaman Posko Tiga Pilar di lingkungan RW 08 Warakas. Kedua, pada 23 Februari di halaman Sekretariat RW 05 dan selanjutnya akan dilaksanakan di halaman Sekretariat RW 01 Warakas pada 16 Maret mendatang.

Setiap kali kegiatan, kata dia, diikuit 60 sampai 80 orang terdiri dari kaum ibu rumah tangga, kader PKK dan pemuda karang taruna. Peserta mendapat bimbingan dari tim tenaga ahli yang dipimpin Eko Budiyanto, Kepala Sektor Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kecamatan Tanjung Priok.

“Sejauh ini kegiatan berlangsung dengan baik dan banyak membawa manfaat bagi warga. Selain itu, pihak pemadam juga memberikan bantuan kepada pengurus RW berupa alat pemadam kebakaran (Apar) ukuran 3,5 kg. Tujuan pemberian alat tersebut untuk melakukan pencegahan pertama bila terjadi kebakaran sebelum petugas pemadam datang,” beber dia.

“Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak, termasuk pada Lurah Warakas dan Sektor Pemadam Tanjung Kecamatan Priok semoga ini menjadi pembekalan bagi warga, dan mudah-mudahan dengan pelatihan ini tidak ada lagi kebakaran di Warakas,” tutupnya.

Ratusan Warga Warakas Dapat Pelatihan Penanganan Kebakaran

Novitasari

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kelurahan Warakas, Novitasari, atas nama kelurahan mendukung kegiatan yang di gagas masyarakat dan Sudin Damkar Jakarta Utara.

“Saya sangat mendukung kegiatan simulasi kebakaran yang diadakan bekerjasama tokoh masyarakat dan LMK sekelurahan Warakas. Kegiatan ini bagi saya sangat bermanfaat dimana pemerintah hadir dalam memberikan pemahaman dan pencegahan bila terjadi kebakaran. Terlebih pemukiman warakas yang tergolong pada penduduk,” katanya.

Ia berharap setelah mengikuti pelatihan tersebut para peserta dapat memberikan pula pemahaman kepada keluarga dan tetangganya.

“Khususnya kaum ibu rumah tangga dan warga lainnya agar dapat dipahami betul dan tidak cepat lupa karena ini sangat penting bila sewaktu-waktu musibah dapat saja terjadi. Setidaknya dengan pelatihan yang diberikan tidak lekas panik dan mampu mengantisipasinya,” pungkas dia.

Ida, salah seorang ibu di lingkungan RW 09 Warakas mengaku beruntung dapat ikut serta dalam pelatihan penanganan kebakaran.

“Intinya kita memang tidak boleh panik bila terjadi api besar pada tempat masak, dan selalu siapkan karung tebal (goni) di rumah. Pengunaan karung goni setelah di celupkan dalam air akan mampu mengatasi api,” kata Ida, peserta pelatihan simulasi dan sosialisasi penanggulangan kebakaran. (jut/r)

Leave a Reply