Rusun Marunda Gelap, Warga Menjerit Gak Ada Air

Rusun Marunda Gelap, Warga Menjerit Gak Ada Air

Warga Rusun Marunda keluhkan air. (dok)

MARUNDA – Warga Rumah Susun (Rusun) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara kembali mengundang keprihatinan, kali ini masalah air bersih sebagai kebutuhan pokok dasar mereka yang dikeluhkan. Penyebabnya, kata warga akibat adanya pemutusan listrik karena tunggakan PLN.

“Parah ini, kami yang membayar listrik lancar jadi kena imbasnya. Sekarang kami kesulitan air bersih karena listrik mati tidak dapat menggunakan fasum untuk mendapatkan air,” kata Milla, salah seorang warga Rusun sewa Marunda, Selasa, 22/8/2017.

“Kami semua jadi kerepotan karena harus mengambil air di Masjid, belum lagi harus naik turun tangga,” ungkapnya.

Kekecewaan warga juga dilampiaskan pada sejumlah akun facebook. “Geraaaaaaah g mandi dari kemarin ya ampun kapan nyala air nya,” tulis akun facebook Siti Marunda, Selasa, 22/8/2017.

“Pa rt..pa rw..gmna nih…warganya..butuh air..ada solusi ngga..apa mau pasrah aja..,” timpal Rifqy Sudrajat.

Sementara itu, Yassin Pasaribu pengelola Rusun Marunda berdalih masalah di Rusun Marunda bukan karena air bersih yang mati. Namun dijelaskan karena adanya pemutusan PLN yang berdampak pada suplai air di 5 lantai Rusun Marunda di Blok B 1, 2, 3, dan 6 yang dihuni sekitar 400 KK itu.

“Karena listik mati pompa air yang ada di area pasum tidak bisa dihidupkan. Ya sekarang kondisi rusun gelap, saya tadi pulang pukul 8 (20.00 WIB) rusun gelap,” katanya.

Pihaknya, kata dia, telah menerima surat tagihan PLN pada haris Jumat lalu (18/8/2017) dan baru dapat di proses pembayaran pada hari senin (21/8/2017) melalui bank DKI dengan total tagihan sekitar Rp 120 juta.

“Hari jumat sore kami dapat pemberitahuan (tagihan) melalui dinas, sedangkan sabtu dan minggu libur. Mungkin tagihan jatuh pada hari rabu atau kamis di dinas sedangkan waktu itu bersamaan dengan upacara HUT RI. Ini yang menjadi kendalanya,” terang dia.

“Kami sangat menyesalkan atas tindakan PLN yang begitu cepat tanpa memberikan kelonggaran waktu. PLN terlalu, seharusnya inikan (Rusun) milik pemda, milik pemerintah juga dan tidak mungkin bila tidak dibayarkan tagihan listrik bulan Agustus ini. Kita nunggak tidak sampai satu bulan, Saya harap PLN tidak begitulah..,” pungkasnya.

“Bahwa menurut informasi dari bu farah bank dki listrik sdh terbayarkan namun dalam aplikasi pln blm kelihatan ada transaksi sehingga aplikasi untuk menyalakan listrik blm bisa kebuka. Mungkin itu ada gangguan jaringan pak dan besok pagi akan kita koordinasikan lagi demikian terimakasih,” tambah Yasin melalui pesan whatsApp. (jay/r)

Leave a Reply