Sekel Pademangan Barat Dituding Lecehkan LMK

Ketua LMK Pademangan Barat Andi saat menghadiri sosialisasi. (dok)

PADEMANGAN BARAT – Sejumlah anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Pademangan Barat menyesalkan ucapan Sekertaris Kelurahan (Sekel) Pademangan Barat, Ruspandi. Pasalnya, sekel menyampaikan ucapatan yang tidak sepantasnya disampaikan di muka umum sehingga menimbulkan keresahan dikalangan anggota LMK tersebut.

“Dalam satu pertemuan sosialisasi Kepgub nomor 1197 dan sosialisasi mekanisme pemilihan LMK masa bakti 2017-2020, acaranya jumat lalu. Sekel bilang apabila penjaringan bakal calon LMK tidak ada hingga perpanjangan waktu. ‘Tak ada LMK pun tidak apa-apa’ roda pemerintahan tetap berjalan,” ungkap Andi Noviandri, Ketua LMK Pademangan Barat, Senin, 26/7/2017.

“Sangat tidak pantas pernyataan itu disampaikan disini. Ini Pademangan, wilayah elit saja masih ada LMK-nya. Hal yang tidak mungkin bila LMK tidak ada di pademangan,” ketusnya.

Mendengar dan menyaksikan ucapan itu, ia bersama sejumlah anggota LMK Pademangan Barat merasa keberadaanya tidak dianggap. Padahal LMK sebagai mitra kerja Lurah dan keberadaanya diakui sesuai dengan Perda 5 Tahun 2010 tentang LMK.

“Pada saat itu ada 12 anggota LMK turut mengikuti sosialisasi, hadir bersama dengan pengurus RT dan RW, termasuk Ibu Lurah Juga hadir. Ya sekitar 50an orang, di ruang pola kantor kelurahan. Kami pada intinya menilai pernyataan sekel sebuah pelecehan bagi kami,” jelasnya.

Andi bersama wakil ketua LMK Eko Rudiyanto dan para anggotanya sempat meminta silang pendapat atas ucapan mitra kerjanya itu.

“Pernyataan ‘tak ada LMK pun tidak apa-apa’, dihadapan para pengurus RT dan RW, itu berdampak negatif bagi kami anggota dan pengurus LMK ditengah masyarakat. Sebaiknya Pak Sekel Ruspandi pahami benar aturan yang berlaku agar tidak sembarangan berucap. Sehingga membentuk opini yang menyudutkan LMK ditengah masyarakat,” tandasnya.

Dugaan sentimen Sekel tidak hanya disitu, kata dia, LMK juga kerap tidak dilibatkan bila ada pertemuan atau sosialisasi terkait dengan kemasyarakatan.

“Kami sering tidak dilibatkan atau diundang seperti sosialisasi BPJS, dan sosialisasi pembinaan pedagang kaki lima di eks JU 41, dan lainnya. Kepemimpinan kelurahan Ini sangat berbeda dari lurah-lurah kami sebelumnya,” timpal anggot.a LMK lainnya.

Sementara itu, Sekertaris Kelurahan Pademangan Barat Ruspandi, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler dan SMS (Short Message Service) yang disampaikan hingga berita ini diturunkan belum dapat menjawab. Begitu pula dengan Lurah Pademangan Barat Dini Paramita Sapaty, tidak dapat dihubungi. (jay/r)

Leave a Reply