Sudin LH Jakut Capai Target Uji Emisi

Sudin LH Jakut Capai Target Uji Emisi

Wahyu Haryadi (kanan) bersama Kasudin LH Jakut Slamet Riyadi saat uji emisi di Jalan Danau Sunter Selatan.

PEMERINTAHAN – Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara menggelar uji emisi di jalan Boulevar Raya (Kelapa Gading), Jalan Danau Sunter Selatan (Tanjung Priok) dan Jalan Benyamin Sueb (Pademangan), Jakarta Utara. Dari target 2.000 kendaraan hingga hari ke 3 mencapai 2.306 kendaraan yang melakukan uji emisi.

“Target kami 2.000 kendaraan namun antusias masyarakat begitu banyak kami terus layani uji emisi hingga 2.306 kendaraan. Uji emisi sama sekali tidak dipungut biaya, semua gratis,” kata Suparman, pelaksana uji emisi Sudin LH Jakarta Utara, Kamis, 4/5/2017.

Hasil tersebut, kata dia, rinciannya adalah hari pertama jumlah 1.141 kendaraan bahan bakar bensin 767, solar 375. Hari kedua, jumlah 741 kendaraan bahan bakar bensin 467, solar 274 dan pada hari ketiga jumlah 423 kendaraan bahan bakar bensin 314, solar 109.

“Total hasil seluruhnya hingga hari ke tiga uji emisi 2.306, kendaraan bahan bakar bensin 1.544 dan solar 762. Alhamdulillah selama pelaksanaan semua berjalan dengan normal dan masyarakat juga merasa terbantu mendapatkan layanan uji emisi gratis,” jelasnya.

Ditinjau Walikota
Sebelumnya, Walikota Jakarta Utara Wahyu Haryadi meninjau pelaksanaan uji emisi di Jalan Danau Sunter Selatan, didampingi Kasudin LH Jakarta Utara Slamet Riyadi. Walikota mengatakan uji emisi guna menciptakan kenyamanan pengendara dan bagian dari edukasi masyarakat agar dapat merawat kondisi kendaraan secara berkala.

“Dengan uji emisi ini kita bisa tahu mana kendaraan yang sehat dan yang tidak sehat. Selama pengguna kendaraan melakukan perawatan kebengkel secara teratur seperti ganti oli, insyaalah kendaaran akan nyaman digunakan. Dan ini juga akan memberikan kontribusi terhadap lingkungan yang ada di Jakarta khususnya Jakarta Utara untuk mengurangi polusi udara,” ujar Wahyu.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat pengguna kendaraan mobil yang gagal dalam uji emisi seyogyanya dapat melakukan perawatan secara rutin.

“Bagi kendaraan yang gagal uji emisi harus rutin kebengkel minimal penggantian oli secara berkala atau sesuai dengan kilometer yang ditentukan. Ya kami harapakan kesadaran masyarakat dalam menggunakan kendaraan pribadinya lebih bijak, demi keselamatan pribadinya dan dampak lingkungan yang ditimbulkan,” imbuh Wahyu Haryadi.

Sementara itu, Kasudin LH Jakarta Utara Slamet Riyadi mengaku selain kendaraan mobil pribadi umum pihaknya juga melakukan uji emisi pada kendaraan truk operasional kebersihan. (jay/r)

Leave a Reply