Tinggalkan Sampah, Pemkot Jakut Diminta Perketat Izin “Bazar Jalanan”

Tinggalkan Sampah, Pemkot Jakut Diminta Perketat Izin "Bazar Jalanan"

Sampah berserakan di Jl. Warakas Raya. (dok)

WARAKAS, JAKUTNEWS – Sejumlah titik sampah berserakan hingga jelang siang hari, Senin (8/10/2018). Sampah umumnya plastik dan kertas banyak berceceran di sepanjang Jalan Warakas Raya khususnya di lingkungan RW 08 Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sampah tersebut dampak dari di gelarnya kegiatan usaha Bazar dan pentas seniĀ  yang dikabarkan dilaksanakan oleh karang taruna bersama ormas.

Warga setempat dan sejumlah pengguna jalan menyesalkan sampah yang berserakan setelah berlangsungnya Bazar selama dua hari di Jalan Raya Warakas tersebut. Hal ini pun dirasakan oleh petugas kebersihan dan pihak kelurahan setempat yang suka atau tidak suka mereka harus mengatasi sampah-sampah itu.

“Dua hari istrinya gak bisa dagang nasi uduk karena ada bazar. Sementara hanya itu usaha yang kami miliki untuk mencari nafkah,” sesal Pepen, setelah berhenti mengojek karena sakit, disampaikan redaksi ini, Senin, 8/10/2018.

“Dia enak udah kaya, tambah cari usaha, gak mikirin ada usaha orang yang miskin,” ketusnya seeraya berharap jangan lagi ada bazar yang hanya mematikan usaha warga setempat.

Sidin, 45, warga Sungai Bambu, membenarkan adanya bazar di Jalan Warakas Raya, menurutnya cukup ramai karena ada hiburan musiknya pula.

Tinggalkan Sampah, Pemkot Jakut Diminta Perketat Izin "Bazar Jalanan"

Hiburan dalam suasana bazar di Jl. Warakas Raya. (dok)

“Sempat liat-liat semalam, pengunjungnya ramai. Pedagang menggunakan tenda putih jumlahnya banyak karena memanjang, sekitar 100 tenda mungkin,” ucapnya.

Lebih jauh, dia mengaku kecewa pada panitia acara yang tidak dapat menjaga kebersihan lingkungan setelah acara selesai. Terlebih dia mendengar sempat ada motor yang hilang. Ia berharap kedepan kepolisian setempat maupun pemkot Jakarta Utara memperketat izin terkait, dimana pun bazar akan digelar kembali.

“Ya tadi pagi (senin) saya lewat juga lokasi itu, memang banyak sampah yang tercecer di jalan. Kalau bicara gangguan jalan pasti lah bazar telah mengganggu jalan umum. Karena mereka kan gak tau dari pelaku usaha mana terus usaha disitu, kasihan juga kalau ada warga sekitar yang usahanya tertutup. Panitia harusnya antisipasi kebersihan, kemanan dan warga setempat,” pungkasnya.

Sementara itu, Abdulrahman alias Ambon, panitia acara mengaku semua sudah dikordinasikan melalui pihak RTĀ  setempat. Hanya saja, kata dia, lambatnya penanganan PPSU yang sigap.

“Acara semalam banyak dalang yang dimainkan sehingga acara bisa serameh dan semeriah itu. Ada unsur sengaja yang dimainkan oleh segelincir orang sehingga karang taruna kecamatan dan bamus betawi dalam acara itu merasa kewalahan,” dalih Ambon.

Tinggalkan Sampah, Pemkot Jakut Diminta Perketat Izin "Bazar Jalanan"

Petugas kebersihan dan PPSU setempat berkoordinasi bersihkan sampah di Jl. Warakas. (dok)

Ia menegaskan bahwa acara berjalan baik dan lancar. Namun ia menuding ada beberapa oknum yang merasa tidak dihormati dan mau buat acara keos, dia juga ucapkan terima kasih.

“Pengurus katar kecamatan Tanjung Priok dan Bamus Betawi mengucapkan banyak terimakasi kepada aparat pemerintah RT/RW tokoh ormas tokoh muda wilayah dan senior karang taruna yg sudah membantu terlaksana acara bazar dan pestival musik religius serta santunan anak yatim,” jawab Ambon melalui pesan whatsapp.

Pemerintah Kota Jakarta Utara melalui pejabat Kebersihan Kecamatan Tanjung Priok Basrudin berharap event seperti itu harus ada penanggungjawabnya yang dapat koordinasi dengan lingkungan maupun kelurahan setempat.

“Supaya setelah kegiatan agar penanggung jawabnya bertanggung jawab atas kebersihan lokasi,” pungkasnya, seraya menyampaikan kini (siang) lokasi tersebut sudah bersih.

sumber: kabarsbi.com

 

Leave a Reply