Warga Koja Ikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Warga Koja Ikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Kang Hoer sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan di Kantor Kecamatan Koja, Jakut. (dok)

KOJA – Seratusan warga Koja mengikuti sosialisasi 4 Pilar yang dilakukan oleh anggota MPR RI di Kantor Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Jumat, 1/6/2018. Hadir dalam kesempatan itu sebagai nara sumber anggota MPR/DPR Hoerudin Amin perwakilan Kecamatan Koja Mujakir, Kapolsek Koja Kompol Efendi, dan ketua Pemuda Pancasila Koja Ruslan.

Acara yang di moderatori oleh Dyah Hestu Lestari, staf ahli Ketua MPR Zulkifli Hasan berlangsung normatif dengan diwarnai pariasi kuisioner kebangsaan terkait norma-norma pancasila. Membuat hadirin yang hadir bukan saja mendapat wawasan kebangsaan namun juga teruji nyali untuk menjawab pertanyaan dari nara sumber.

Banyak hal yang disampaikan Khoiruddin pada pertemuan itu antaranya terkait tokoh-tokoh perumus Pancasila, makna Pancasila, dan implementasi Pancasila ditengah masyarakat. Termasuk perilaku hidup menyimpang (LGBT) yang dianggap menodai Pancasila.

“Sangat sedikit sekali orang yang memahami tentang Pancasila. Berdasarkan survei dari 220 juta penduduk indonesia hanya 3,7 persen yang memahami ideologi pancasila. Kami harap melalui sosialisasi ini pemahaman ideologi pancasila semakin baik,” kata kang choir, sapaan akrabnya.

Hoerudin Amin atau biasa disapa Kang Hoer, asal Garut, Jawa Barat. Haerudin terpilih menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Amanat Nasional (PAN) mewakili Dapil Jawa Barat XI (Garut, Tasikmalaya) setelah memperoleh 44,178 suara. Haerudin adalah tokoh pemuda dari Persatuan Islam.

Di masa bakti 2014-2019 Haerudin duduk di Komisi IV yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan pangan. Pada 29 Mei 2017, Haerudin dipindahtugaskan ke Komisi IX yang membidangi tenaga kerja dan transmigrasi, kependudukan, dan kesehatan.

Warga Koja Ikuti Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Banner Dyah Hestu Lestari

Sekilas 4 Pilar
Sebelumnya, Dyah Hestu Lestari kepada jakutnews menjelaskan materi 4 pilar yang dilaksankanannya adalah; satu, Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bagi bangsa Indonesia. Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945 dan disahkan sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945.

Selanjutnya kedua, kata dia, UUD 1945, merupakan landasan konstitusional Indonesia. Di dalam UUD 1945, terdapat berbagai macam peraturan dasar dan macam-macam ketentuan.

Tiga, Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan yang tepat untuk melukiskan bangsa Indonesia. Artinya adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua.”

Empat, NKRI atau Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan suatu kesatuan wilayah dan rakyat dalam sistem republik. Selama rakyat Indonesia tetap teguh pada NKRI, niscaya tidak akan ada konflik-konflik diantara warga negara. (benny/r)

Leave a Reply