Warga Protes, Hentikan Pembangunan Rusun Blok D Marunda

Rusun MarundaMARUNDA – Pembangunan Rusun Marunda di Blok D Marunda, Cilincing, Jakarta Utara distop warga. Ini karena tidak ada sosialisasi kepada warga dan juga berdampak rawan kecelakaan.

Bahkan akibat adanya pembangunan, dua penghuni rusun yaitu Dewi 32, kaki kanannya patah karena terlindas truk kontainer yang mengangkut alat berat pembangunan rusun. Bagitu pula dengan Satria Ramanov 13, siswa SDN 02 Marunda warga RT 9/ RW 1 Marunda harus merenggang nyawanya ditabrak truk angkutan berat di jalan akses rusun Marunda.

Makadompas, Ketua RW 10 Marunda, mengatakan dengan ada warganya yang celaka pihaknya meminta kepada kontraktor untuk menghentikan pengerjaannya.

“Semestinya pihak kontraktor melakukan sosilaisasi dulu apalagi memasuki alat berat ke kawasan Rusun. Akibatnya malah makan korban jiwa dan luka-luka” kata Makadompas.

Diakui oleh Ketua RW 10, Kelurahan Marunda, atas kejadian ini penghuni Rusun Marunda sangat menyayangkan sikap kontraktor PT Yaniko Adiperkasa dan Pengelolah UPT Rusun Marunda yang tak melakukan sosialisasi kepada warga maupun penghuni rusun Marunda.

Makadamos juga menyayangkan, setelah ada ada korban jiwa dan luka-luka, pihak kontraktor baru akan melakukan sosialisasi minggu-minggu ini. Makanya warga meminta pertanggungjawab pihak UPT adanya pembangunan tersebut.

Parahnya lagi, saat ini akses jalan menuju ke Rusun Marunda juga rawan terjadi kecelakaan dan debu. Ini dikarenakan bahan urugan tanah juga berceceran di jalan sehingga menimbulkan abu dan licin jika,tersiram air hujan.

sumber: metroone.co.id

Leave a Reply