Warga Rusun Marunda Idamkan Pasar Tradisional

rusun marunda

Rumah Susun Marunda

MARUNDA – Mayoritas warga penghuni rumah susun ( Rusun) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara mengharapkan adanya pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan dasar pangan mereka. Seiring semakin lengkap fasilitas di kawasan rusun tersebut semakin kuat pula warga rusun ingin memiliki pasar sendiri di kawasannya.

Bagi warga rusun pasar tradisional akan dapat melahirkan suasana baru dan para penghuni rusun pun akan semakin dimanjakan sebab mereka tidak akan kerepotan lagi. Sebagian warga rusun kabarnya bila ingin mencari kebutuhan sehari-hari seperti sayuran dan ikan basah harus mencari di luar dari kawasan rusun marunda.

Bila kebutuhan pokok lebih mudah untuk didapat dan fasilitas umum serta angkutan sperti bus feeder terus ditingkatkan, tidak perlu lagi warga keluar dari kawasan rusun Marunda.

Rahmad Udin

Rahmad

Rahmad Udin, 35, warga RT 21/7 Marunda mengharapkan pengelola maupun pemerintah segera membangun pasar tradisional di kawasan rusun marunda. Sebab menurutnya, dagangan seperti sayuran dan ikan basah sulit untuk didapat. “Kalau mau beli ikan atau sayuran ya harus keluar dari kawasan. Biasanya saya ke pasar cilincing,” kata pria penghuni rusun Blok 2 Cluser C itu.

Rahmad mengaku sudah 2 tahun tinggal di kawasan rusun Marunda. Ia adalah salah satu warga eks bongkaran waduk pluit. Perbulan saat ini, kata dia, hanya membayar Rp 180 ribu dan itu baginya tidak memberatkan.

“Saya sudah betah disini tempatnya sudah enak fasilitasnya pun lengkap. Listrik, air, masjid, sekolah, dan bus transjakarta juga sudah mulai masuk ke rusun jadi cukup nyaman,” ucapnya.

Namun bagi pria asal Pandeglang, Banten itu bila ditambah ada pasar tradisional akan lebih sempurna. “Pasar akan sangat membantu semua kebutuhan masyarakat. Bila tidak perlu banget kami tidak perlu repot lagi keluar kawasan hanya untuk membeli sayuran atau ikan basah sebab di luar agak ngeri banyak konteiner,” tuturnya.

Ibu Nur Marunda..

Ibu Nur

Hal senada juga diungkapkan, Ny. Nur, 32, Salah seorang pedagang pakaian dan barang plastik di Cluser B mengaku sejak awal wacana akan di buatkan pasar tradisional di kawasan rusun tersebut sudah didengarnya. “Kabarnya sempat sih memang akan dibuatkan pasar tradisional tetapib tidak tahu kapan. Saya sebagai pedagang pengenya cepat ada karena itu akan memudahkan kebutuhan warga rusun,” katanya.

Ia mengaku saat ini hanya di Cluser B saja yang ada seperti pasar meski tidak kehujanan namun baginya kurang ramai.
“Disini ada jual ikan, sayuran, pakaian dan lainnya tetapi tidak seperti pasar. umumnya pembeli hanya blok B ini saja,” akunya.

“Kalau di rusun yang lain tidak ada seperti disini. Tetapi mereka kan tidak mungkin kesini karena kalau jalan kaki cukup jauh. Kebanyakan kalau di Blok lain ya keluar kepasarnya,” tambah dia.

kadis Ika..

Ika Lestari

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta Ika Lestari Aji, menanggapi itu bak gayung bersambut.         “Kami memang sudah pernah merencanakan tadinya di sekitar Cluser A namun lokasinya kurang strategis. Kami akan rencanakan lagi spertinya di cluser C itu lebih strategis tidak jauh dari pintu masuk utama yang semua penghuni rusun pasti melintasinya,” kata Ika saat peresmian Masjid Rusun Marunda, Minggu, 17/1/2016..

Dikatakannya, untuk membuat pasar dibutuhkan lahan 2.000 sampai 3.000 meter persegi. Dan di Cluser C itu, kata Ika, lahannya memadai.

“Sebenarnya kami ada pasar sementra di Cluser B tapi penjual dagangan basah seperti ikan dan sayuran tidak seperti pasar tradisional pada umumnya. Ya terimakasih sudah mengingatkan. Saya rasa adanya pasar akan lebih memudahkan kebutuhan pokok masyarakat rusun Marunda,” ujar mantan Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara itu.

“Bisa saja itu segera terealisasi karena Pak Gubernur orang yang sangat memperhatikan kebutuhan warga Jakarta,” tambahnya.

ahok di marunda

Ahok

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku bahwa pemerintah Jakarta di bawah kepemimpinannya sudah merencanakan itu semua.

“Pemerintah sudah memikirkan itu. Kita akan bangun pasar (di kawasan rusun Marunda). Bahkan saya sampaikan kita juga akan berikan modal Usaha. Disini sudah ada kelompok tani rusun marunda ini bisa juga di kembangkan. Saya harap petani yang untung, fasilitas kami yang sediakan dengan presentasi 80-20 persen. 80 persen untuk petani bukan pengurus,” tandas Ahok. (tar/r)

Leave a Reply