Warga Sebut PTSP Kebon Bawang Melayani Sepenuh Hati

Warga Sebut PTSP Kebon Bawang Melayani Sepenuh Hati

Pelayanan PTSP Kelurahan Kebon Bawang. (dok)

KEBON BAWANG – Tidak sedikit warga merasa puas mendapat layanan di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pasalnya, selain ramah dan murah senyum petugas juga dinilai mampu melayani dengan sepenuh hati.

“Saya sih cukup puas ya mendapat layanan di PTSP Kelurahan Kebon Bawang, petugasnya ramah serta dapat memberikan pelayanan dengan sepenuh hati. Kadang petugas mesti sudah masuk jam istirahat masih memberikan pelayanan kepada warga,” kata Kamsi, 40, salah seorang warga Kebon Bawang, Selasa, 11/4/2018.

Menurut dia, petugas PTSP Kebon Bawang yang bernama Satmoko kerab memberikan kemudahan kepada warga. Sehingga warga tidak sungkan untuk konsultasi maupun lainnya.

“Dia itu teliti, bekerja sesuai prosedur dan memberikan penjelasan kepada warga juga tidak membingungkan. Kalau kami ada kesulitan dia mampu menjelaskan sampai kami benar-benar paham sehingga tidak merepotkan kami melengkapi dokumen-dokumen,” ungkap pria itu, saat mengurus surat keterangan domisili untuk badan usaha.

Ida, 35, warga lainnya juga mengaku pelayanan PTSP Kelurahan Kebon Bawang sudah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Memberikan pelayanan yang memuaskan bagi warga itu menurut saya mudah saja. Pertama senyum, sapa tanpa membeda-bedakan. Kedua cara penyampaian yang luwes dan mudah dimengerti bagi kami itu cukup memuaskan,” akunya.

Lebih jauh, kata dia, pemerintah DKI Jakarta seharusnya dapat memberikan reward kepada petugas pelayanan yang mampu bekerja dengan baik dan disiplin.

“Tolak ukur kebijakan kan ada di pelayanan masyarakat. Kalau petugasnya sudah bekerja maksimal saya rasa tidak ada salahnya kalau diberikan reward karena itu akan memotivasi petugas sehingga petugas pelayanan akan berlomba-lomba berikan yang terbaik untuk masyarakat,” imbunya.

Sementara itu, C. Satmoko, mengaku dirinya hanya menjalankan tugas sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan arahan dari atasanya.

“Sudah menjadi kewajiban kami memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan benar. Semua pelayanan kami sampaikan sesuai prosedur, kalau ada yang kurang dari proses prosedur kami jelaskan sejalas-jelasnya,” kata Satmoko kepada situs ini.

“Kami bekerja apa adanya sesuai dengan tupoksi kami saja. Saya tidak keberatan apapun penilaian warga. Baik kami ambil, yang kurang baik jadikan evaluasi dan intropeksi, itu saja,” terangnya. (jay/r)

Leave a Reply